Umum Sekali

Indonesia

Dunia

foto

Video

Selasa, 25 Februari 2020

Bunga Naga, Bunga Mulut Singa , Atau Bunga Tengkorak - Terserah Saja

Bunga Naga, Bunga Mulut Singa , Atau Bunga Tengkorak - Terserah Saja

Nama latinnya susah diucapkan, Antirrhinum_majus. Meskipun demikian, dalam bahasa Indonesia, namanya lebih mudah diingat, yaitu Bunga Naga, Bunga Mulut Singa, atau Bunga Tengkorak.

Sebutan yang pertama dan kedua berkaitan dengan penampakan bunga jika bagian pangkalnya ditekan. Kelopaknya akan membuka menyerupai mulut naga atau singa.

Nah, yang menjadi pertanyaan adalah sebutan terakhirnya yang terkesan menyeramkan. Padahal, bunag yang kerap menjadi dijual sebagai bunga potong ini cantik dengan warna warni yang menarik.

Lalu, mengapa ada sebuah julukan menyeramkan tersemat padanya.

Jawabannya terletak pada saat bunga itu mati. Kantung biji bunga ini berubah bentuk menyerupai tengkorak.

Kredit Foto : laajala/flickr
Bentuknya inilah yang melahirkan banyak mitos. Tidak sedikit orang yang percaya bahwa jika ada bunga tengkorak ini di taman, berarti rumahnya/pemiliknya terkena mantra sihir. Juga, ada yang percaya kalau bunga ini mengandung kekuata supranatural.

Bunga Mulut Singa atau Tengkorak ini banyak ditemukan di kawasan Maroko, Portugal, Perancis, Turki, dan Siria.

Senin, 24 Februari 2020

[VIDEO] ketika Pintu Perlintasan Kereta Sudah Diturunkan, Berhenti Kalau Tidak Mau Celaka

[VIDEO] ketika Pintu Perlintasan Kereta Sudah Diturunkan, Berhenti Kalau Tidak Mau Celaka

Pintu perlintasan kereta diadakan dengan satu tujuan, menghindarkan terjadinya kecelakaan yang bisa mengakibatkan koran jiwa dan materi.

Materi mungkin bisa dicari lagi, tetapi nyawa tidak bisa digantikan.

Menunggu beberapa saat lebih baik daripada celaka.

Sebuah video yang dibagikan oleh TMC Polda Metro Jaya memperlihatkan, apa jadinya kalau hal sederhana seperti itu tidak dipatuhi.

Sebuah palang perlintasan kereta, entah di bagian mana Jakarta, yang "mungkin merasa bosan" terhadap para pengendara egois, rupanya memberikan sedikit pelajaran kecil kepada mereka yang tidak mau patuh terhadap aturan.

Masih untung tidak ada korban jiwa, walau "MALUNYA" itu pasti susah ditanggung.

Untuk Sukses Selalu Butuh Target, Tanpanya Tidak Pernah Akan Ada Sukses

Untuk Sukses Selalu Butuh Target, Tanpanya Tidak Pernah Akan Ada Sukses

Sukses, keberhasilan, kesuksesan adalah sesuatu yang selalu diimpikan mayoritas orang di dunia. Semua bermimpi menjadi orang yang sukses.

Hanya saja, jarang orang yang menyadari bahwa untuk mencapai sukses yang diidamkannya, ia sebenarnya orang harus melakukan sesuatu yang sederhana. Tanpa itu, maka tidak ada yang namanya sukses.

Sesuatu yang banyak dilupakan.

Hal sederhana itu adalah TARGET.

Tujuan akhir.

Kata sukses mencerminkan keberhasilan terhadap mencapai sesuatu yang diidamkan. Dengan kata lain, berkaitan dengan pencapaian dari seseorang terhadap target yang ditetapkan.

Dale Carnegie, seorang pengarang buku, motivator, pengajar tentang pengembangan diri merumuskan kata sukses dalam sebuah kalimat saja.

Success is getting what you want

Sukses adalah tentang mendapatkan apa yang Anda inginkan. Begitu katanya.

Untuk mendapatkan kesuksesan, langkah awal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui dengan pasti "Apa yang kita inginkan?", sebuah target.

Misalkan saja, saya menetapkan bahwa tahun ini saya ingin membuat postingan di blog Umum Sekali menjadi 2000 di tahun 2020.

Jika, ternyata saya hanya bisa membuat 1900, artinya saya tidak sukses dalam hal ini. Gagal. Kalau angkanya mencapai 2001 di akhir tahun, artinya saya sukses.

Bagaimana kalau saya tidak punya target dalam hal ini ? Maka tidak ada yang namanya sukses. Tidak ada keberhasilan. Semua itu terjadi karena tidak ada patokan atau standar untuk mengukur kesuksesan.

Itulah mengapa sebelum seseorang melangkah lebih jauh untuk menjadi sukses, ia harus mencoba bertanya kepada diri sendiri, "Apa sih yang ingin saya raih/capai?"

Bentuk target bisa bervariasi dan tidak perlu sama setiap orang. Kebanyakan ingin sukses dalam hal materi sehingga bisa pensiun dengan tenang. Ada yang lebih sederhana, seperti ingin pergi haji atau bisa memancing dengan tenang.

Semua orang bebas membuat targetnya. Tidak ada batasan.

Juga, setiap orang bisa punya lebih dari satu target, seperti target ngeblog, target mendapatkan penghasilan jutaan rupiah dan sebagainya.

Apapun bentuk targetnya, hal itu sangat penting untuk bisa menjadi "sukses". Karena, tanpa keberadaannya, maka tidak akan pernah ada yang namanya sukses.

Minggu, 23 Februari 2020

[FOTO] F-22 Raptor Si Dinosaurus Siluman Andalan Angkatan Udara Amerika Serikat

[FOTO] F-22 Raptor Si Dinosaurus Siluman Andalan Angkatan Udara Amerika Serikat

Bagi Anda yang pernah menonton film "Jurassic Park" dan sekuelnya, pasti pernah melihat jenis dinosaurus predator yang ganas dan biasa menyerang secara berkelompok, Raptor.

Nah, dinosaurus ganas itu sekarang merupakan andalan dari Angkatan Udara Amerika Serikat. Tentunya bukan dalam bentuk hewan, tetapi berupa pesawat tempur.

Kode pesawatnya adalah F-22 dan julukan Raptor disematkan pada pesawat yang mengusung teknologi siluman (stealth) ini

Teknologi siluman ini membuat pesawat ini sulit dan bahkan tidak tertangkap oleh radar. Hasilnya, mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk menembak sasaran atau menjatuhkan pesawat musuh, bahkan sebelum kehadirannya diketahui. Mirip seperti tingkah Raptor yang mengendap tanpa ketahuan mangsanya.

Kecanggihannya sangat dirahasiakan oleh pihak USAF (Angkatan Udara AS). Bahkan, keinginan beberapa negara sekutu dekat, seperti Jepang dan Australia untuk membelinya tidak dipenuhi. F-22 Raptor sejauh ini tidak dijual kepada negara lain dan hanya dimiliki oleh negara Paman Sam itu.


(Sumber foto : Pixabay / Lisensi CC 0.0/Public Domain)

[VIDEO] Mentang-Mentang Orangtua Berhak Memukuli Yang Muda Karena Sebab Tak Jelas ? Tragedi Di Kereta Khusus Wanita

[VIDEO] Mentang-mentang Orangtua Berhak Memukuli Yang Muda Karean Sebab Tak Jelas ? Tragedi Di Kereta Khusus Wanita

Kata orang, tentunya kalangan pengguna jasa Commuter Line, Kereta Khusus Wanita itu tempat yang "barbar" , menyeramkan, ganas.

Seram memang istilahnya. Tetapi, bukan tanpa sebab. Banyak sekali kejadian yang menunjukkan kurangnya kesadaran dan empati dari para wanita yang menggunakannya.

Mulai dari susahnya kaum lansia, ibu hamil, cacat, atau ibu membawa balita mendapatkan tempat duduk disana. Sampai pertengkaran antar wanita sekedar karena berebut tempat duduk.

Ada saja cerita yang mau tidak mau menghadirkan istilah seram tadi.

Kasus terakhir terjadi, kemarin di atas Commuter Line trayek Jakarta menuju Bogor di malam hari menjelang akhir pekan, 22 Februari 2020.

Seorang ibu memukuli penumpang wanita lain yang duduk di kursi priroitas sambil memaki-maki dan menyebut dirinya orangtua. Ia meminta penumpang itu berdiri, padahal ia sendiri sudah mendapatkan tempat duduk.

Bisa dilihat sendiri cuitan dari akun Twitter Rina Farzia di bawah ini.

Berdasarkan penuturan si pemilik akun dalam cuitannya


  1. Sang ibu sudah mendapatkan kursi (jadi bukan berebut tempat duduk)
  2. Sang ibu meletakkan kantung makanan di kursi kosong sebelahnya
  3. Sang ibu ditegur petugas agar menaruh kantung tersebut di bawah dan bukan di kursi kosong karena akan menghalangi penumpang lain yang mau duduk
  4. Sang ibu ngotot dan tidak merasa bersalah bahkan mengatakan kalau ada penumpang lain yang mau duduk, suruh saja si gadis penumpang di depannya yang berdiri karena ia masih muda
  5. Peristiwa terjadi, sang ibu menjambak dan menampar sang gadis penumpang di depannya sambil memaki dan menyebut dirinya sebagai orangtua
Kronologi dari pemilik akun rasanya akan menambah deretan panjang kasus yang membuat kata barbar dan menyeramkan akan selalu lekat dengan Kereta Khusus Wanita tadi. Kurangnya empati di kalangan wanita pengguna Commuter Line terlihat disini

  • Kantung makanan tidak bayar tiket, jadi dia lebih tidak berhak duduk di bangku kosong dibandingkan si gadis penumpang tadi. Jadi, wajar saja kalau petugas menegurnya
  • Sang ibu tidak berhak meminta orang lain berdiri, karena itu bukan tugasnya. Alasan dirinya orang tua bukan dasar untuk membuat penumpang lain menyerahkan kursinya, belum lagi ia sendiri sudah mendapatkan tempat duduk
  • Sang ibu jelas melakukan kesalahan dan pelanggaran hukum karena melakukan kekerasan fisik dan meski dia sudah tua, dia tidak memiliki hak apapun untuk melakukan tindakan ini
Sebuah peristiwa yang ironis sekali. Kereta Khusus Wanita diadakan untuk membantu penumpang wanita merasa aman dan nyaman bepergian dengan Commuter Line, tanpa harus takut mengalami pelecehan.

Pertanyaannya, siapa yang melindungi ketika ancamannya datang dari wanita lainnya? Karena contoh banyak sekali peristiwa yang menunjukkan banyak wanita yang tidak memiliki rasa empati dan pengetahuan tentang etika bertransportasi umum.

Seperti sang ibu-ibu dalam video yang beranggapan karena dirinya sudah tua dia bisa seenaknya memaksa penumpang lain berdiri dan memukulinya.

Sedih!




Sabtu, 22 Februari 2020

Aglaonema Lipstik Tidak Akan Ditemukan Di Hutan Manapun

Aglaonema Lipstik Tidak Akan Ditemukan Di Hutan Manapun

Di dunia tanaman hias, nama aglaonema merupakan satu nama yang populer dan sudah sangat dikenal. Bahkan, sejak masa dahulu kala karena aglaonema sebenarnya sama dengan "sri rejeki".

Sejak dulu, tanaman yang satu ini memang populer digunakan sebagai penghias rumah, baik di tanam langsung di taman atau dalam pot.

Dan, banyak hutan Indonesia merupakan lahan yang subur untuk tanaman sejenis aglaonema. Itulah mengapa si ratu daun ini merupakan salah satu tanaman hias paling populer di negara ini.

Salah satu jenis aglaonema yang terkenal adalah aglaonema lipstik. Namanya diberikan karena jenis yang satu ini memiliki keunikan berupa warna merah di pinggir daunnya. Mirip dengan gincu (lipstik) pada bibir wanita.

Di antara jenis yang satu ini, nama Siam Aurora pernah sangat berkibar dan diburu. Bukan hanya oleh ibu-ibu saja, tetapi juga oleh kaum adam penggemar tanaman hias.

Harganya pernah menjadi sangat mahal, ratusan ribu rupiah hanya untuk satu pot tanaman kecil dengan beberapa lembar daun saja.

Tapi, tahukah Anda bahwa aglaonema lipstik tidak akan ditemukan di hutan manapun? Bukan hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia.

Ada satu alasannya, yaitu bahwa aglaonema lipstik merupakan hasil persilangan yang dilakukan tangan trampil dan ahli di kebun.

Varian aglaonema lipstik dan banyak lainnya, dihasilkan dengan melakukan penyerbukan buatan antara aglaonema spesies (alami) dengan yang lainnya. Warna merah biasanya dihasilkan dari aglaonema rotundum yang banyak ditemukan di Aceh.

Salah satu penyilang aglaonema terkenal berasal dari Indonesia. Namanya Greg Hambali yang tinggal di Bogor. Salah satu hasil silangannya yang terkenal adalah Donna Carmen, Tiara, Pride of Sumatera, dan banyak lagi lainnya.

Jadi, keluar masuk hutan manapun, Anda tidak akan pernah menemukan aglaonema lipstik seperti foto di atas karena pada dasarnya mereka bukan ditanam alami tetapi melalui rekayasa.

Lagipula, untuk apa keluar masuk hutan karena aglaonema lipstik mudah ditemukan di pedagang tanaman hias Indonesia. Bahkan, juga diperdagangkan via online.

Varian lipstik, meski harganya sudah tidak semahal dulu, masih menjadi varian yang sangat disukai dan dicari untuk menghias taman atau rumah.

Semakin Banyak Pakaian Semakin Tidak Ramah Lingkungan

Semakin Banyak Pakaian Semakin Tidak Ramah Lingkungan

Banyak orang di berbagai belahan dunia, sejak beberapa tahun belakangan ini merasa khawatir terhadap berbagai perubahan iklim yang terjadi.

Suhu permukaan laut yang terus naik dikhawatirkan akan membuat es di kutub mencair. Pencemaran sungai, kebakaran hutan, kabut asap, semua sangat berpotensi menimbulkan bahaya bagi kehidupan umat manusia, kini dan sekarang.

Oleh karena itu, banyak orang kemudian berniat untuk melakukan sesuatu untuk membantu mencegah bencana yang besar terjadi akibat kerusakan lingkungan. Tidak sedikit orang yang ingin berubah menjadi manusia ramah lingkungan.

Tetapi pertanyaan pertama yang umum timbul adalah bagaimana memulainya? Langkah awal apa yang harus dikerjakan untuk menuju target menjadi manusia yang ramah pada alam dan ling kungan?

Sebuah kebingungan yang dihadapi banyak orang.

Padahal, sebenarnya langkah itu bisa dimulai dengan cara yang sederhana. Tidak perlu harus ikut berkonvoi dan berdemonstrasi gerakan pecinta lingkungan hidup. Langkah pertama bisa dilakukan dari rumah sendiri.

Tepatnya, lemari pakaian Anda.

Hitung saja ada berapa banyak jumlah pakaian yang tertumpuk atau tergantung di dalamnya. Semakin banyak jumlah pakaian yang Anda miliki, semakin tidak ramah lingkungan Anda.

Kok begitu?

Pernahkah Anda menyadari pengorbanan yang diberikan lingkungan untuk membuat dan mengurus sepotong baju atau celana ? Penelitian menunjukkan bahwa selama masa pakainya, sebuah celana jeans, seperti Levi's akan menghabiskan 8000 liter air.

Hanya sepotong celana saja.

Bagaimana kalau Anda punya 10 jeans ? Hal itu berarti 80 ribu liter air dihabiskan hanya untuk memproduksi dan mengurusnya saja.

Bukan hanya celana jeans saja. Semua jenis pakaian yang dipakai manusia pada dasarnya akan memerlukan air untuk menghasilkannya.

Semua.

Air itu dipakai untuk :


  • Menanam pohon katun hingga bisa menghasilkan serat
  • Merubah serat katun menjadi benang
  • Merubah benang menjadi kain mentah
  • Merubah kain mentah, mewarnai hingga menjadi kain
  • Mencuci pakaian berulangkali sampai habis masa pakainya
Itu hanya air saja. Belum termasuk berbagai zat kimia lain yang dipergunakan selama itu, seperti pestisida, pupuk , zat warna, dan berbagai zat kimia lain agar kapas menjadi pakaian.

Jika ditambah lagi dengan polusi udara dan tanah yang disebabkan saat produksi di pabriknya.

Berbagai hal inilah yang menyebabkan industri pakaian atau fashion merupakan salah satu industri paling tidak ramah lingkungan menurut para ahli.

Terjadi begitu banyak kerusakan dan penghabisan sumber daya air untuk memprosesnya.


Itulah mengapa Anda harus melihat isi lemari pakaian untuk melakukan langkah pertama menjadi manusia ramah lingkungan. Semakin banyak pakaian yang berada di dalamnya, semakin tidak ramah lingkungan Anda.

Memang, Anda membayar semua pakaian itu, tetapi, uang yang Anda berikan tidak menyembuhkan kerusakan yang sudah terjadi. Kerusakan itu akan tetap ada dan pada akhirnya akan memberikan dampak bagi banyak orang.

Pandangan ini bukan berarti bahwa Anda tidak boleh atau bisa membeli pakaian.

Jauh dari itu.

Manusia tetap butuh baju, celana, atau pakaian lainnya. Tetapi, ingat saja alasan manusia menciptakan pakaian adalah untuk melindungi diri dari panas, dingin, atau angin.

Sayangnya, kemudian fungsi pakaian berkembang lebih jauh, yaitu sebagai perlambang status, kesenangan, pemuasan ego. Fungsi-fungsi yang semakin jauh dari niat awalnya.

Pembelian pakaian tidak lagi sesuai dengan tujuan awal pakaian diciptakan.

Apalagi, kenyataannya, banyak dari pakaian itu sebenarnya tmenjadi penghuni tetap lemari saja. Seseorang yang memiliki terlalu banyak pakaian, pasti akan memiliki banyak pakaian yang tidak pernah dipergunakan dan hanya menjadi kuncen lemari saja.

Sesuatu yang ironis. Lingkungan sudah rusak , tetapi hasilnya tidak dipergunakan.

Mubazir.

Sia-sia.

Lemari pakaian sebagai langkah awal


Lemari pakaian bisa menjadi langkah pertama untuk meningkatkan level kita pada jenjang manusia ramah lingkungan.

Ada tiga cara yang bisa dilakukan untuk tujuan itu


  1. Berikan pakaian yang tidak terpakai kepada yang membutuhkan. Setidaknya pengorbanan lingkungan tidak menjadi sia-sia
  2. Jangan beli pakaian baru lagi dan pakai saja dulu yang sudah ada sampai tidak lagi bisa dipergunakan. Hal itu akan menghambat sedikit pencemaran lingkungan akibat proses produksi
  3. Beli pakaian baru dalam jumlah secukupnya saat memang dibutuhkan dan bukan karena sekedar mengikuti tren
Terlihat ringan, tetapi sebenarnya akan sangat berat. Kebiasaan yang sudah terbentuk selama ini harus diubah. Dan, hal itu tidak pernah berhasil.

Bukan hanya di Indonesia loh, tetapi di seluruh dunia. Kebiasaan membeli pakaian yang tidak sesuai fungsi awalnya terjadi di seluruh dunia.

Oleh karena itulah ada gerakan bernama "Project 333" atau proyek 333 yang diinisiasi oleh Courtney Carver dalam bukunya tentang gaya hidup minimalis.

Gerakan ini menantang semua orang untuk hanya menggunakan pakaian sebanyak 33 buah selama 3 bulan.

Baju, celana, sepatu, perhiasan, semua termasuk di dalam angka 33 tadi. Hanya pakaian dalam dan sesuatu yang sifatnya memang penting dan tidak bisa ditinggalkan tidak masuk di dalamnya.

Selama itu tidak boleh ada pembelian pakaian baru.

Semua ini bertujuan untuk merubah kebiasaan manusia dalam berpakaian. Pada akhirnya, tujuannya juga akan mengurangi dampak buruk industri pakaian kepada lingkungan.

Semakin sedikit pakaian, semakin sedikit proses produksi, dan semakin sedikit kerusakan lingkungan yang dihasilkan.

Tantangan yang sudah dicoba dan diakui tidak mudah.

Tetapi, semua itu harus dilakukan demi kelestarian lingkungan sendiri. Tanpa adanya perubahan mindset dan pola pikir dalam berpakaian, tanah, air, udara akan terus menanggung kerusakan yang diakibatkannya.

Nah, itulah mengapa sebagai langkah awal untuk menjadi manusia yang ramah terhadap lingkungan, lemari pakaian adalah tempat yang tepat untuk memulai.

Semakin sedikit pakaian yang ada di dalamnya, tingkat Anda akan naik, dan selangkah lebih maju.

Cara Membelah / Memecah Foto Untuk Instagram Dengan Photoscape

Cara Membelah / Membagi Foto Untuk Instagram Dengan Photoscape
Cara Membelah / Membagi Foto Untuk Instagram Dengan Photoscape
Cara Membelah / Membagi Foto Untuk Instagram Dengan Photoscape

Tidak asing bukan dengan foto terbelah seperti di atas ? Mirip puzzle. Tentunya tidak asing lagi karena penampakan foto dengan cara seperti ini biasa ditemukan di salah satu media sosial keluarga Facenook, Instagram.

Instagram disebut "keluarga" Facebook karena memang sudah diambil alih oleh medsos buatan Mark Zuckerberg, bersama dengan Whatsapp. Jadi, ketiganya sekarang adalah "saudara".

Nah, kembali ke tampilan foto ala puzzle di atas memang merupakan sesuatu yang tren di Instagram karena memberikan kesan unik dan berbeda dibandingkan sekedar mengirimkan foto biasa saja. Setiap potongan akan mengisi satu kolom foto.

Bagaimana cara membuatnya? Sampai sejauh ini Instagram belum menyediakan fitur untuk membelah atau memecah foto menjadi beberapa bagian.

Salah sedikit memotong akan mengakibatkan ukuran setiap kolom berbeda dan hasilnya jadi tidak enak dilihat.

Tapi, sebenarnya caranya mudah sekali, kalau Anda punya Photoscape. Software gratisan untuk mengedit foto.

Yap, betul gratis dan benar-benar tidak perlu mengeluarkan uang sama sekali. Legal dan bisa dipergunakan untuk tujuan apapun. Tidak perlu juga terganggu oleh iklan.

Dalam software itu ada satu fitur yang khusus untuk membelah/memecah foto menjadi beberapa bagian (terserah Anda jumlahnya). Nama fiturnya "Splitter" atau "Pembelah/Pemecah/Pembagi".

Entah apa memang fitur ini disediakan karena memang ada tren "foto puzzle" di Instagram atau bukan, yang pasti Splitter akan membantu membuat tampilan seperti ini.

Caranya mudah kok.

Silakan ikuti langkah di bawah ini.


  • Install Photoscape di komputer (kalau sudah punya, lewati saja bagian ini)
  • Jalankan hingga tampilan seperti di bawah ini



  • Fitur splitter sudah diberi kotak dan tanda panah merah pada gambar di atas
  • Klik "Splitter", tampilannya akan menjadi seperti di bawah

  • Ada dua kotak, merah (1) dan kuning (2) untuk mempermudah penjelasan
  • Pilih foto yang akan dipecah dengan menggunakan menu "Add (Tambah)"
  • Foto akan terlihat di kolom bawah
  • Pada kotak kuning (2) ada pilihan berupa "column/kolom" dan "row/baris", fungsinya untuk menentukan berapa kotak yang hendak Anda buat pada bagian kolom (mendatar) dan baris (tinggi)
  • Kotak 2 juga ada 2 tabs, yang satu mengatur jumlah kolom dan baris, tab kedua "Width, Height" mengatur ukuran setiap kotak yang ada (jadi ukurannya bisa sama bisa tidak). Kalau tidak mau pusing, abaikan saja yang tab kedua. Cukup atur jumlah kotak pada baris dan kolom saja
  • Tekan "Split"
  • Layar berikut akan memberikan pilihan dimana hasil pemecahan akan disimpan, silakan masukkan folder yang Anda pilih
  • Selesai alias foto sudah terpotong sesuai dengan keinginan Anda dan tersimpan di folder yang Anda kehendaki atau "Output" secara default.
  • Potongan foto sudah diberi nomor dimana nomor 1 merupakan potongan sudut kiri atas foto dan paling besar menunjukkan sudut kanan bawah foto
Contohnya ada di bawah ini dan screenshot hasil pembelahan Photoscape

Foto Asli
Cara Membelah / Memecah Foto Untuk Instagram Dengan Photoscape
Screenshoot Foto Hasil Pembelahan Di Folder
Nah, sekarang tinggal memposting di Instagram saja.

Perhatikan juga saat posting. Mulai dari yang nomornya paling besar, berurutan, sampai dengan yang paling kecil (1). 

Kalau dilakukan secara acak, puzzlenya juga akan acak juga.

Begitulah cara membelah/memecah foto untuk Instagram dengan Photoscape.

Mudah kan?

Jumat, 21 Februari 2020

Bunker Anti Nuklir Terbesar Di Dunia Ada Di Negara Yang Tidak Punya Senjata Nuklir

Bunker Anti Nuklir Terbesar Di Dunia Ada Di Negara Yang Tidak Punya Senjata Nuklir
Terowongan Sonnenberg 

Di dunia ini hanya ada sedikit negara yang memiliki senjata nuklir. Bila disebutkan satu persatu akan terdapat nama Amerika Serikat, Rusia, Perancis, Inggris, Cina, India, Pakistan, dan diduga Korea Utara.

Tentunya sebagai antisipasi terhadap terjadinya perang nuklir, negara-negara tersebut pasti sudah menyiapkan bunker untuk perlindungan anti nuklir.

Tapi, pernahkah terpikirkan dimana bunker anti nuklir terbesar di dunia ?

Apakah ada di salah satu negara pemilik senjata nuklir yang disebutkan di atas?

Ternyata jawabnya BUKAN.

Bunker anti nuklir terbesar terdapat di SWISS. Negara netral yang sama sekali tidak pernah terdaftar memiliki senjata nuklir.

Nama bunker itu adalah Sonnenberg Tunnel/Bunker di kota Lucerne.

Bunker Anti Nuklir Terbesar Di Dunia Ada Di Negara Yang Tidak Punya Senjata Nuklir
Bunker Sonnenberg - Sumber The Local
Bunker anti nuklir ini selesai dibangun pada tahun 1976 pada masa perang dingin antara Blok Barat dan Blok Timur.

Hal ini sesuai dengan hukum federal Swiss yang mewajibkan negara menyediakan perlindungan bagi warganya jika perang nuklir benar-benar terjadi.

Bangunan ini mampu menampung 20 ribu orang yang terbagi dalam kelompok-kelompok terdiri dari 64 orang.

Bangunannya sendiri berada di atas Terowongan Sonnenberg yang masih aktif dan diperlengkapi dengan tujuh tingkat.

Tempat perlindungan ini didesain agar mampu menahan ledakan bom nuklir sebesar 1 megaton dari jarak 1 kilometer. Kemampuannya itu bisa terjadi karena tebalnya beton yang dipakai . Salah satu bagian utama penahan, pintunya memiliki ketebalan 1 setengah meter dan berat 350 ton.

Bunker ini diperlengkapi dengan pusat komando, rumah sakit darurat, stasiun radio, bahkan penjara.

Itulah bunker atau tempat perlindungan anti nuklir terbesar di dunia hingga saat ini.

---

Referensi :
Wikipedia - Sonnenberg Tunnel
Switzerland 1987 Lucerne Bunker Sonnenberg Tunnel

[FOTO] Penampilan "Nyi Pohaci Leuweung Seni" Di Cap Go Meh Bogor 2020

[FOTO] Penampilan "Nyi Pohaci Leuweung Seni" Di Cap Go Meh Bogor 2020

Pernah bertemu dengan Dewi Sri, si dewi penjaga padi dan beras? Belum? Rasanya memang belum pernah ada yang bertemu secara langsung. Bisa jadi memang hanya mitos saja.

Tetapi, kalau cantiknya seperti "Nyi Pohaci Leuweung Seni" Kabupaten Purwakarta ini, pasti banyak yang tidak bisa tidur karena teringat terus.

Salah satu penampilan yang cukup menarik perhatian pada acara CGM Bogor Street Festival atau Cap Go Meh Bogor 2020, 8 Februari 2020 yang lalu, adalah penampilan dari "Nyi Pohaci Leuwung Seni" yang berasal dari Kab. Purwakarta.

Bukan hanya karena memajang gadis cantik, tetapi juga karena dinamisnya atraksi yang mereka tampilkan di sepnajang jalan Suryakencana, Kota Bogor.

Ditambah dengan semburan asap putih dari kendaraan yang membawa Nyi Pohaci yang dihias dengan berbagai atribut dari anyaman bambu yang biasa dipakai petani di masa lalu. Semua menambah keunikan kontingen budaya dari Purwakarta ini.

Penarinya sendiri (laki-laki) membawa "orang-orangan sawah" ditopang bambu di punggung mereka.

Kata Nyi Pohaci sama dengan Dewi Sri, si penjaga padi dan beras. Leuwung Seni sama dengan Hutan Seni.

Yang tidak sempat lihat penampilannya bisa lihat foto-fotonya di bawah ini.

[FOTO] Penampilan "Nyi Pohaci Leuweung Seni" Di Cap Go Meh Bogor 2020

[FOTO] Penampilan "Nyi Pohaci Leuweung Seni" Di Cap Go Meh Bogor 2020

Jempol ! Sigapnya Petugas Keamanan Dalam Commuter Line Membantu Penumpang

Jempol ! Sigapnya Petugas Keamanan Dalam Commuter Line Membantu Penumpang
Petugas Keamanan Dalam Commuter Line Di Stasiun Gondangdia
Commuter Line atau KRL Jabodetabek sampai sekarang masih sering membuat jengkel para penumpangnya. Hari ini saja, Jum'at 21 Februari 2020, puluhan ribu orang dibuat jengkel karena keterlambatan akibat permasalahan sinyal menyebabkan keterlambatan yang parah.

Memang, masih sering bikin dongkol dan sepertinya di masa depan masih banyak lagi kejengkelan yang akan dilahirkan oleh transportasi massal yang satu ini.

Hanya saja, ada satu hal yang membuat rasa jengkel itu sedikit berkurang. Sebuah peristiwa kecil yang terjadi satu hari sebelumnya memperlihatkan bahwa pepatah "Roma tidak dibangun dalam semalam" sangat benar sekali.

Kejadiannya memang tidak berkaitan sama sekali dengan masalah perweselan atau persinyalan yang menjadi masalah rutin nan utama. Peristiwa kecil itu adalah berkaitan dengan bagian lain, yaitu tentang Petugas Keamanan Dalam (PKD) Commuter Line di stasiun Gondangdia.

Saat sedang menunggu kereta untuk kembali ke rumah, seorang terlihat berjalan di peron seberang sambil mendorong sebuah kursi roda kosong.

Ia berjalan mendekati dua orang yang sedang duduk di bangku peron arah ke Gambir/Jakarta Kota.

Tidak lama berselang, terlihat sedikit kesibukan disana. Petugas tadi terlihat membantu seseorang untuk berdiri dan mendudukkannya di atas kursi roda tadi.

Posisinya agak terlalu jauh untuk bisa direkam secara jelas, tetapi rekaman momen itu bisa dilihat di bawah ini.



Petugas tadi, diiringi dengan satu orang kemudian berjalan membawa penumpang tadi turun ke bawah.

Apa yang dilakukan sang Petugas Keamanan Dalam tadi bukanlah yang pertama. Sudah beberapa kali , saya melihat sendiri bagaimana mereka dengan sigap membantu para penumpang yang membutuhkan.

Mereka kerap terlihat membantu penumpang yang sakit, kelelahan, tuna netra, dan lansia. Tidak peduli gender dan rasnya, para petugas ini terlihat selalu siap siaga membantu.

Padahal, kalau melihat kata "Keamanan" yang ada pada helm atau seragam mereka, tentunya tugas utama mereka adalah memastikan keamanan dan ketertiban. Meskipun demikian, mereka sudah melakukan tugas yang sebenarnya bukan tugas utamanya.

Sesuatu yang sangat patut dihargai.

Apalagi, jika Anda adalah seorang pengguna setia Commuter Line sejak namanya masih KRL. Pasti Anda akan menyadari bahwa hal yang seperti ini jarang sekali terlihat di masa lalu, tetapi sering bisa terlihat di masa kini.

Sesuatu yang sebenarnya menunjukkan yang namanya "perubahan".

Sikap mental yang sebelum ini tidak mempedulikan penumpang sudah berubah. Penumpang sudah menjadi fokus utama dari PT KCI, Kereta Commuter Indonesia.

Keamanan, kenyamanan, dan pelayanan maksimal sedang terus diupayakan.

Perubahan itu sedang terjadi.

Memang, masalah keterlambatan karena persinyalan kuno masih akan terus ada. Sesuatu yang mau tidak mau harus diterima (walau kadang dengan rasa jengkel) mengingat jalur rel kereta yang dipakai masih banyak peninggalan zaman Belanda.

Masih banyak yang perlu dibenahi dan diperbaiki.

Tetapi, kesigapan Petugas Keamanan Dalam di stasiun Gondangdia itu menunjukkan bahwa "perubahan" itu ada dan sedang berjalan.

Sayangnya, pepatah "Roma tidak dibangun dalam semalam" memang sangat benar. Perubahan akan selalu butuh waktu untuk memperlihatkan hasil.

Saat ini setidaknya, perubahan itu sudah terwujud dalam bentuk mentalitas yang jauh berbeda di masa lalu. Sangat mungkin, perubahan-perubahan yang lain akan bisa terlihat dan dirasakan di masa datang.

Lagipula, keterlambatan hari ini juga disebabkan karena memang ada perawatan/perbaikan terhadap sistem persinyalan antara stasiun Gambir dan Jakarta Kota. Bagian yang sering menghambat perjalanan si CL.

Jadi, meski tetap jengkel, tetapi, setidaknya harapan akan Commuter Line yang lebih baik tetap ada.

Dan, tentunya, acungan jempol tetap harus diberikan pada PKD tersebut, entah siapapun dia, yang sudah bertugas dengan baik.

Semoga bisa menginspirasi rekan-rekannya yang lain untuk berbuat hal yang sama, serta sedikit menenteramkan hati penumpang yang kadang dibuat jengkel karena keterlambatan.

Perlukah Belajar Photoshop Untuk Menjadi Fotografer Yang Baik ?

Perlukah Belajar Photoshop Untuk Menjadi Fotografer Yang Baik ?

Adobe Photoshop atau lebih sering disingkat Photoshop merupakan sebuah software pengedit foto yang sangat populer, baik di kalangan foografer atau awam. Berbagai tools di dalamnya akan sangat membantu untuk bisa menghasilkan sebuah foto yang enak dilihat.

Begitu populernya software yang satu ini, sampai ada yang berkata bahwa untuk menjadi seorang fotografer yang baik, ia harus juga mau belajar Photoshop?

Pertanyaannya, sebegitu pentingkah Photoshop sehingga tanpanya seseorang tidak bisa menjadi seorang fotografer yang baik?

Jawabannya ternyata ...

Tidak mudah dirumuskan dan dipastikan.

Semua akan berujung pada kata "TERGANTUNG ... "

Penggunaan Photo Software Editing atau perangkat lunak pengubah citra memang sulit dipisahkan dari kegiatan fotografi di zaman digital seperti sekarang ini. "Hampir" semua foto yang ditayangkan, entah di website atau di Instagram, sudah mengalami post processing alias pengolahan pasca keluar kamera.

Kata "hampir" diberikan tanda kutip karena pada dasarnya tidak semua. Masih banyak orang yang tidak melakukan pengeditan foto karena mereka sudah merasa cukup dengan foto yang dikeluarkan kameranya.

Jadi, tidak semua melakukan pengeditan.

Kalau tidak merasa perlu melakukan pengeditan, ya tidak perlu belajar Photoshop. Untuk apa?

Disini saja sudah terlihat bahwa pernyataan bahwa untuk menjadi fotografer yang baik tidak selalu berarti harus belajar Photoshop juga.

Di bawah ini ada beberapa alasan lain bahwa pernyataan tentang Photoshop di atas sebenarnya berlebihan juga.


1. Kamera digital itu sebuah komputer mini 


Yap, memang begitulah adanya. Kamera digital bahkan pada smartphone sekalipun adalah komputer mini. Di dalamnya sudah terdapat aplikasi pengolah gambar.

Tentunya tidak secanggih Photoshop, tetapi fungsinya hampir sama, yaitu mengolah foto yang direkam kamera.

Jadi, kalau pemotretnya sudah merasa puas dengan hasil dari post processing dengan aplikasi di kamera, ya tidak perlu belajar Photoshop lagi


2. Software atau aplikasi pengedit foto bukan cuma Photoshop


Pernah dengar nama GIMP, Photoscape, Picasa, Lighroom ? Nama-nama itu adalah software pengedit foto.

Kemampuannya tentu berbeda-beda, tetapi fungsinya sama yaitu untuk mengedit foto.

Jika pengeditan hanya sekedar cropping, burning & dodging, mengubah kontras, terang atau gelap, semua software tadi bisa dipakai. Apalagi beberapa diantaranya tidak berbayar alias gratis.

Pilihannya banyak. Photoshop hanya salah satunya.


3. Foto yang bagus butuh lebih dari sekedar Photoshop


Photoshop memang akan membantu mengedit foto dan memperbaiki kekurangan yang ada. Betul sekali.

Tetapi, Photoshop tidak akan banyak gunanya kalau foto yang keluar dari kamera sudah jelek secara komposisi. Mau bagaimanapun diedit, kalau penempatan obyeknya tidak bagus, latar belakang jelek, foto blur, hasil editan tetap akan jelek juga.

Jadi, untuk apa belajar Photoshop kalau skill memotretnya masih jelek ?



4. Tujuan Memotret


Tujuan orang menjadi fotografer berbeda-beda. Untuk seorang fotografer yang menekuni pre-wedding atau wedding, belajar Photoshop bisa menjadi keharusan.

Tetapi, bagi yang bergelut di dunia jurnalistik, justru pengeditan foto itu dilarang. Foto yang ditampilkan sebisa mungkin harus tampil apa adanya seperti saat keluar dari kamera.

Paling jauh, pengeditan hanya untuk mengatur kecerahan saja.

Lalu untuk apa belajar Photoshop, jika tujuannya menjadi fotografer jurnalistik.

Adobe Photoshop adalah software yang sangat bagus. Jelas sangat membantu dalam bidang fotografi.

Tetapi, untuk menghasilkan foto yang bagus dan menjadi fotografer yang baik, kunci utamanya bukan pada kemampuan mengedit foto saja.

Porsi utama seorang fotografer yang baik justru ada pada ide, kreatifitas, skill menggunakan kamera, dan masih banyak hal lainnya.

Photoshop merupakan pelengkap dan opsi, sebuah pilihan untuk mengembangkan diri saja. Seseorang tetap bisa menjadi fotografer yang baik, bahkan tanpa perlu belajar Photoshop sekalipun.

Wisata

Teknologi

Tahukah Anda