Adakah Bisnis Tanpa Modal Dan Resiko ?

Adakah Bisnis Tanpa Modal Dan Resiko ?

Pernahkah Anda menyadari bahwa salah satu hal yang paling dicari di internet menggunakan mesin pencari Google berkaitan dengan keinginan manusia untuk mendapatkan keuntungan tanpa mengeluarkan modal? Berdasarkan beberapa tool pencari kata kunci, frase "bisnis tanpa modal dan resiko" dicari puluhan ribu kali setiap bulannya.

Luar biasa saja. Rupanya begitu banyak orang yang ingin terjun ke dunia bisnis, tetapi tidak berharap untuk mengeluarkan kapital dalam bentuk apapun. Terlebih lagi, ternyata tidak terhitung orang yang berpikir bahwa ada hal di dunia ini yang tanpa resiko.

Prinsip ekonomi rupanya diartikan dalam makna yang paling ekstrim. Prinsip yang dasarnya "mengeluarkan modal sekecil-kecilnya untuk mendapatkan sebesar-besarnya " diterjemahkan menjadi "tanpa mengeluarkan modal sedikitpun dan menghasilkan profit sebanyak-banyaknya".

Pertanyaannya, adakah sebuah bisnis seperti itu? Yang tidak memerlukan modal, tidak ada resiko yang ditanggung pebisnisnya?

Jawabnya ternyaa "ADA".

Cuma...

Dalam khayalan saja.

Tidak ada sesuatu yang sempurna di dunia ini dan kalau ada berarti hal itu tidak realistis. Tidak nyata dan tidak ada di muka bumi.

Artinya, hal itu hanya ada di dalam benak mereka yang berkhayal mau menjadi pebisnis, tetapi entah karena satu atau beberapa alasan, tidak mau merogoh koceknya, atau melakukan sesuatu untuk memproduksi uang.

Terlebih mereka tidak mau menerima resiko apapun. Tanpa harus ada kemungkinan merasa "rugi" dalam bentuk apapun.

Klop sudah bahwa hal itu merupakan bukti bahwa yang dicari lewat mesin pencari itu sebenarnya hanyalah mimpi atau khayalan saja. Tidak akan ada di dunia ini.

Memang, banyak sekali tulisan yang menyebutkan berbagai bisnis tanpa modal dan resiko. Tetapi, jangan berharap bahwa hal itu sebuah hal yang nyata dan riil. Tulisan itu adalah menjual mimpi saja dan memang ditujukan untuk para pencari mimpi atau khayalan.

Tidak percaya kalau bisnis sesempurna itu tidak ada di dunia?

Coba bayangkan hal seperti ini. Ambil saja sebuah contoh sederhana, bisnis yang boleh dikata "tanpa modal dan resiko", sebagai makelar tanah. Banyak yang menyebut bisnis jenis ini cuma modal "ludah" saja dan menghasilkan. Resikonya juga bisa dikata "tidak ada" karena benda yang dijual bukan milik sendiri, tetapi milik orang lain.

Mari coba teliti sedikit apakah memang benar demikian.

Tanpa modal :

Betulkah sama sekali tidak ada uang/modal yang dikeluarkan dari kantung? Kenyataannya tidak demikian.

Biaya pulsa, biaya telpon, ongkos melihat dan meninjau lokasi tanah, bensin yang keluar, uang makan, uang kopi, dan masih banyak lagi hal-hal remeh yang kerap keluar saat mencoba memasarkan tanah milik orang lain. Apakah ini bukan modal?

Ingat saja modal itu ada banyak bentuknya. Modal dalam bentuk aset. Modal dalam bentuk biaya operasional. Modal berupa keahlian. Modal berupa network. Dan, masih banyak lagi lainnya.

Untuk menjalankan sebuah bisnis, pasti salah satu dari jenis modal itu akan terpakai.

Menjadi karyawan atau buruh pun adalah bentuk seuah bisnis dimana orang lain memakai jasa dan tenaga kita untuk menghasilkan uang. Sebagai profitnya, karyawan mendapat gaji bulanan.

Apakah menjual tenaga dalam berbagai bentuk tanpa modal? Ya tidak juga. Untuk menghasilkan tenaga orang butuh makanan dan minuman. Hal itu berarti ada uang yang diperlukan untuk membelinya, belum ditambah kalau perlu pakaian, sepatu, ongkos ke tempat kerja, dan lain sebagainya.

Bukankah itu modal juga?

Tanpa Resiko :


Lanjutkan dari uraian di atas. Bisnis umum, sebagai karyawan yang menjual jasa dan tenaga. Adakah resiko disana?

Capek sudah jelas. Waktu yang terpakai sudah pasti. Belum ditambah resiko berbuat kesalahan dan dimarahi bos, kemudian dipecat. Itu adalah resiko.

Ok, sebagai makelar tanah. Apakah pasti berhasil menjual tanah? Tidak lah. Butuh keahlian untuk meyakinkan orang. Setelah capek-capek membuang ludah dan berbicara panjang lebar tentang tanah yang ditawarkan, ternyata calon pembeli memutuskan tidak jadi.

Sudah capek, keluar ongkos, pulsa terkikis, dan tidak ada hasilnya. Percuma kan? Nah, itu juga ada sebuah resiko.

Ada bisnis yang pasti selalu berhasil? Tidak ada sama sekali. Bisnis itu adalah sebuah seni memanaje resiko sekecil mungkin, bukan berarti meniadakannya.

Tidak ada pebisnis sukses yang akan menyarankan orang untuk menemukan bisnis tanpa resiko karena mereka menyadari bahwa hal seperti itu tidak ada.

Akan selalu ada resiko dalam setiap bisnis, dalam bentuk apapun.

Jadi, sebenarnya puluhan ribu orang setiap bulannya mencari sesuatu yang tidak ada karena memang tidak ada yang namanya bisnis tanpa modal dan resiko. Mereka mungkin merasa menemukan sesuatu lewat internet, tetapi sebenarnya mereka hanya menemukan khayalan dan impian saja untuk memuaskan ego mereka saja.

Bukan hal yang nyata.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel