Serunya Jajan Lesehan di Alun Alun Kota Rembang

Serunya Jajan Lesehan di Alun Alun Kota Rembang

Salah satu tempat yang jangan sampai dilewatkan saat berkunjung ke Kota Rembang, Jawa Tengah bernama Alun Alun Kota Rembang. Lokasinya berada tidak begitu jauh dari Pantai Kartini yang merupakan salah satu obyek wisata di kota dimana Raden Ajeng Kartini dimakamkan itu.

Sama seperti kota-kota lain di seluruh Indonesia, ruang publik bernama alun-alun kerap memang menjadi sebuah pusat tempat berkumpulnya manusia. Itu memang tujuan dibuatkan alun-alun. Begitu juga di kota ini, alun-alun Rembang merupakan salah satu tujuan, baik bagi warganya atau pendatang untuk bermain, baik bersama teman atau keluarga.

Tetapi, dengan catatan khusus kalau memang hendak menikmati Alun-Alun Rembang secara maksimal.

Syaratnya adalah datangnya di sore hingga malam hari. Jangan di siang hari.

Bukan karena situasinya panas menyengat pada saat siang hari, tetapi karena suasana itu tidak akan didapatkan pada pagi hingga menjelang matahari terbenam. Situasinya menjurus sepi dan hanya berupa lapangan kosong saja.

Situasi itu akan berubah begitu matahari berada di ufuk Barat.

Para pedagang kaki lima akan terlihat memasang tenda dan mempersiapkan peralatannya pada saat itu. Pengunjung pun akan mulai berdatangan untuk bermain disana.

Selepas maghrib, situasinya berubah 180 derajat. Ramai sekali mirip seperti pasar malam.

Di segala sudut alun-alun yang lumayan luas itu akan ditemukan berbagai jenis pedagang. Mulai dari yang menjual makanan, hingga pakaian dalam.

Ramai. Dan, situasi ini akan terus berlangsung hingga menjelang tengah malam.

Serunya Jajan Lesehan di Alun Alun Kota Rembang

Nah, salah satu hal yang paling menarik saat berada disana adalah sesuatu yang berurusan dengan masalah makan memakan, kuliner. Harap maklum karena tentunya yang satu ini memang akan selalu menjadi hal "penting" jika sedang berwisata di sebuah tempat. Tidak afdol rasanya kalau tidak mencoba mencicipi setidaknya dunia kuliner disana.

Iya kan?

Tetapi, bukan urusan makanannya yang membuatnya unik. Justru, perilaku pedagang dan pembelinya.

Jarang sekali pedagang disana menyediakan tempat duduk bagi pembeli. Mereka hanya akan menggelar tikar atau alas duduk saja di sepanjang trotoar dan tempat kosong yang dekat pinggir jalan. Lesehan istilahnya.

Para pengunjung saat hendak membeli makanan cukup mencari tempat kosong di tikar. Melepas sandal dan memesan. Ada yang berada di ruang terbuka tanpa atap, ada juga yang berada di bawah naungan.

Serunya Jajan Lesehan di Alun Alun Kota Rembang

Rupanya, kebiasaan lesehan seperti ini memang sudah biasa dilakukan di Rembang.

Seru juga merasakannya. Kebetulan, nasi Gandul yang menjadi sasaran utama, juga melakukan hal yang sama. Penjualnya tidak mempersiapkan kursi dan hanya alas duduk saja.

Meski kadang harus duduk agak berhimpitan dengan pengunjung lain, atau punggung terasa hangat karena api kompor, suasana yang seperti ini memberikan nuansa santai. Lebih menyenangkannya lagi, makanannya enak dan harganya bisa dikata murah (apalagi kalau dibandingkan di Jakarta atau Bogor).

Sesuatu yang perlu dialami kalau memang ingin merasakan sedikit denyut kehidupan di kota yang dikenal sebagai kota pensiunan itu.

Seru.

Jadi, jangan dilewatkan untuk berkunjung ke alun-alun Rembang di malam hari. Rasanya akan memberikan kenangan yang indah dan menyenangkan. Juga, sedikit pengetahuan bahwa tradisi lesehan bukan hanya ada di Yogyakarta saja, tetapi ada juga di kota lainnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel