Pangkalan OJOL : Ternyata Sama Juga Dengan Opang

[FOTO] Pangkalan OJOL : Ternyata Sama Juga Dengan Opang

Istilah OJOL, Ojeg Online, lahir untuk membedakan usaha transportasi berbasis aplikasi dengan usaha sejenis yang sudah lebih dulu ada, OPANG, Ojeg Pangkalan, yang biasa mangkal di berbagai sudut jalan.

Penamaan ini memberi kesan kepada masyarakat bahwa pengemudi ojol, yang merupakan mitra dari G-Jek atau Grab, atau yang lain, sifatnya lebih mobile dan tidak memiliki pangkalan atau base saat menunggu penumpang.

Padahal sebenarnya tidak juga. Kenyataan di lapangan, ternyata para pengendara ojeg online lama kelamaan membentuk "pangkalan" mereka sendiri.

Seperti terlihat di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat dimana foto-foto ini dibuat.

Pangkalan OJOL : Ternyata Sama Juga Dengan Opang

Bukan sebuah hal yang tidak umum, di beberapa titik sepanjang jalan itu terlihat kumpulan pengendara ojol, dengan jaket khas berwarna hijaunya terlihat duduk menunggu. Biasanya yang menjadi tempat nongkrong mereka adalah warung kopi atau pedagang yang menyediakan bangku kayu.

Tidak beda dengan suasana pangkalan ojeg.

Bisa dimengerti terbentuknya pangkalan-pangkalan ojeg online seperti ini. Persaingan yang begitu keras di dunia para ojol membuat mereka merasa tidak lagi efektif untuk terus bergerak. Boros bensin dan pemasukan belum tentu ada. Sistem mangkal memastikan para ojol bisa menjadi efisien.

Yang pasti tentunya mareka juga butuh istirahat. Tidak mungkin menyusuri jalan terus menerus tanpa henti.

Jadi, terbentuknya basis-basis ojol seperti ini sangat bisa diemngerti.

Pangkalan OJOL : Ternyata Sama Juga Dengan Opang

Yang menjadi masalah adalah pangkalan-pangkalan ojol ini biasanya sembarangan terbentuknya. Dimanapun bisa terbentuk.

Dipadukan dengan kekeras-kepalaan para PKL yang gemar berdagang di atas trotoar, hasilnya, tidak jarang pangkalan ojol terbentuk di atas trotoar, yang seharusnya untuk pejalan kaki. Sepeda motor mereka kerap diparkir di atasnya dan menutupi badan trotoar.

Sebuah hal yang tentunya tidak menyenangkan sekali dan melanggar aturan.

Mungkin sudah saatnya dipertimbangkan pembentukan pangkalan ojol supaya mereka tentunya beristirahat tanpa mengganggu pengguna jalan yang lain.

Dan, mungkin pula istilah ojeg online di rumah dan disatukan kembali menjadi opang online. Bagaimanapun, setiap orang harus punya base, tidak beda dari kita semua yang selalu ingin punya rumah.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel