Apa Yang Dimaksud Dry Cleaning? Benarkah Benar-Benar Tidak Basah (Kering)?

Apa Yang Dimaksud Dry Cleaning? Bisakah Mencuci Tanpa Air?

Dry cleaning. Pernahkah Anda mendengar istilah yang satu ini? Seharusnya sih sesuatu yang tidak umum karena semakin hari semakin banyak orang yang menawarkan jasa yang satu ini. Sebagai contoh perusahaan "5 A Sec" yang gerainya banyak ditemukan di Indonesia merupakan salah satu yang selalu menawarkan jasa dry cleaning.

Belum lagi berbagai usaha binatu yang semakin menjamur karena semakin banyak keluarga yang tidak punya cukup waktu untuk mencuci pakaiannya sendiri, hampir pasti akan menawarkan jasa yang satu ini.

Benar. Istilah dry cleaning erat kaitannya dengan usaha jasa pencucian pakaian/baju. Memang istilah ini adalah salah satu bentuk pembersihan pakaian atau barang yang biasa disediakan binatu, atau laundry.

Nah, pernahkah Anda membayangkan bagaimana prosesnya dilakukan? Banyak yang membayangkan karena istilah ini terbentuk dari dua buah kata dari bahasa Inggris, yaitu "dry" yang berarti kering dan "cleaning" yang berarti pembersihan/pencucian, maka pencucian itu dilakukan tanpa membuat yang dicuci tidak basah.

Tidak sedikit yang mengira "pembersihan" versi yang satu ini menggunakan angin dengan menghembuskannya ke bagian-bagian yang kotor. Jadi, yang dicuci sama sekali tidak basah alias tetap kering.

Benarkah demikian?

Apa Itu Dry Cleaning ?

Jawabnya?

TIDAK. Sesuatu yang dicuci dengan metode dry cleaning bukan berarti tidak basah dan hanya menggunakan angin saja.

Pakaian atau apapun yang dicuci dengan cara ini akan mengalami proses pembasahan, sama seperti kalau dicuci biasa. Juga, biasanya tetap menggunakan detergen. Tidak seperti yang dibayangkan.

Yang membedakan dengan mencuci biasa adalah zat yang dipergunakan untuk membasahi atau melakukan proses pembersihan dari kotoran.

Saat mencuci biasa, cairan yang dipergunakan adalah air dan ditambah detergen. Dalam proses dry cleaning, proses untuk membasahi pakaian bukan AIR, tetapi zat lain (selain air), Di masa sekarang, zat yang biasa dipergunakan adalah perchloroethylene (Perc atau PCE) atau dalam istilah Indonesia disebut Tetrakloroetilena. Zat ini mudah menguap.

Meski mesinnya berbeda, tetapi pada dasarnya prinsip pencuciannya hampir sama dengan mencuci dengan mesin cuci. Hanya karena teknik dan larutan pencucinya berbeda, maka mesin dry cleaning memiliki tabung untuk menyimpan larutan khusus ini.

Jadi, tetap saja baju atau pakaian yang dicuci dengan metode ini akan mengalami proses pembasahan.

Apa Manfaat Dry Cleaning Dalam Mencuci Pakaian?


Kalau prosesnya sama, kenapa banyak orang memanfaatkan dry cleaning? Apa untungnya?

Lahirnya dry cleaning berawal dari fakta bahwa sifat kain itu beragam tergantung pada bahan yang dipergunakan.Sebagai contoh, katun dan wool adalah jenis bahan yang sangat mudah mengkerut. Istilah tekstilnya shrinkage-nya tinggi.

Jika pakaian ini dicuci dengan air, cara biasa, hasilnya bisa membuat pada saat dikenakan lagi terasa mengecil.

Belum lagi kalau kemudian, kotornya pakaian jenis ini disebabkan oleh lemak atau minyak. Sulit sekali menghilangkannya dengan cara biasa. Kalau dicuci dengan menggunakan deterjen yang keras dan banyak, warnanya bisa berubah kusam dan kotoran masih tetap tidak hilang seratus persen. Lemak susah sekali dihilangkan dari serat alami.

Jika yang terkena baju murah, mungkin tinggal dibuang saja dan beli baru. Tetapi, kalau setelan jas seharga 25 juta rupiah sepasang, tentunya akan membuat Anda berpikir.

Pada saat itulah, dry cleaning menunjukkan keunggulannya. Larutan tetrakloroetilena ini mudah membuat butir-butir kotoran atau lemak terlepas dari serat. Selain itu, sifatnya yang mudah menguap-berbeda dengan air- membuatnya tidak akan mempengaruhi serat benang dari pakaian.

Hasilnya, kotoran bisa dibersihkan dan pakaian bisa tetap dalam kondisi sebelum kotor.

Tetap, dalam prosesnya, baju yang dicuci dengan dry cleaning akan mengalami pengeringan. Biasanya dilakukan pada mesin yang sama, atau dalam ruangan yang dikondisikan agar uap larutan bisa menguap dengan cepat.

Tidak dijemur memanfaatkan sinar matahari. Dan, ini juga memberikan keuntungan karena warnanya tidak akan berubah.

Itulah yang disebut dry cleaning. Walau artinya "pencucian kering", sebenarnya tetap ada proses "pembasahan" disana.

Apa Yang Dimaksud Dry Cleaning? Benarkah Benar-Benar Tidak Basah (Kering)?

Sejarah Dry Cleaning

Kapan proses dry cleaning ditemukan? Mungkin Anda akan menduga bahwa proses ini ditemukan di abad ke-20 karena istilanya terdengar modern. Padahal, sebenarnya tidak.

Penggunaan zat selain air saat mencuci sudah ditemukan bahkan pada abad ke-1. Para ahli sejarah menemukan bahwa pada tahun 79 Masehi, masyarakat di sekitar Poempeii, yang hancur akibat letusan Gunung Vesuvius sudah menggunakan ammonia sebagai larutan pencuci.

Hal ini disebabkan karena di masa itu, pakaian mereka kebanyakan terbuat dari wool yang akan mengkerut secara drastis kalau dicuci dengan air. Oleh karena itu, mereka menggunakan larutan ammonia untuk mencuci dan membersihkan pakaian yang terbuat dari wool.

Sejak itu, berbagai jenis zat lain pernah dipergunakan untuk mencuci, seperti bensin, minyak tanah, terpentin, sampai minyak bumi.

Hanya saja, istilah dry cleaning secara komersial dan modern dipatenkan oleh Thomas Jennings, seorang penjahit dan penemu pada tahun 1821 di Amerika Serikat. Sekitar tahun yang sama 1825, sebuah perusahaan dry cleaning, Jolly Belin beroperasi di Paris, Perancis.

Sejak saat itulah dry cleaning mulai dikenal dunia.

Nah, itulah sekilas tentang apa yang dimaksud dengan dry cleaning? Jadi, pakaian yang dicuci tidak benar-benar kering dan tetap akan basah. Hanya, pembasahnya bukan air, tetai "zat lain selain air".

Semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel