Hakada Matsuri : "Festival Telanjang" Tanpa Bugil

Hakada Matsuri, sebuah tradisi dalam masyarakat Jepang , kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sama artinya dengan "Naked Festival" atau "Festival Telanjang" (Matsuri = Festival). Festival ini digelar di berbagai kota di Negeri Sakura itu.

Sebelum membayangkan yang tidak-tidak, tradisi ini sangat jauh dari hal-hal yang tidak baik dan kurang senonoh.

Para peserta festival ini melakukannya karena berharap mendapatkan keberuntungan sepanjang tahun.

Lagipula, meski nama festivalnya memakai kata yang terdengar vulgar, tetapi sebenarnya tidak demikian adanya. Para peserta Hakada Matsuri tidak benar-benar bugil dan tanpa selembar benangpun.

Mereka, yang biasanya pria akan tetap menggunakan kain penutup alat vital bernama Fundoshi, yaitu kain yang dibebatkan/dibalutkan pada bagian selangkangan. Kain jenis ini merupakan salah satu pakaian dalam tradisional Jepang, seperti yang juga dikenakan para pemain Sumo, olahraga tradisional Jepang.

Silakan lihat fotonya di bawah ini.

Sumber Foto : Fun Enjoy

Peserta festival ini biasanya laki-laki dan mereka akan berpawai menuju kuil dimana mereka akan berebut "Shingi" , jimat yang dianggap akan membawa keberuntungan sepanjang tahun.

Tradisi ini sudah dikenal sejak lebih dari 500 tahun yang lalu dan hingga kini masih dilakukan. Pesertanya bisa mencapai puluhan ribu orang. Diadakan biasanya setiap Minggu ke 3 bulan Februari

Silakan lihat keseruannya dalam video di bawah ini.

 

Sebuah festival yang menarik untuk yang kebetulan berwisata ke Jepang di bulan Februari.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel