Heinkel Kabine : Pembuatnya Pabrik Pesawat Tempur , Museum Angkut #4

Di salah satu Museum Angkut Malang, terdapat sebuah kendaraan yang unik. Bentuknya seperti mobil karena memiliki setir bulat layaknya sebuah kendaraan roda empat, tetapi rodanya hanya 3 saja, bukan empat seperti layaknya sebuah mobil. Nama yang tertera di depannya adalah Heinkel Kabink.

Kapasitas mesinnya pun hanya 198 cc atau centimeter cubik (sentimeter kubik). Sebuah ukuran yang sangat kecil dan bahkan kalau dibandingkan dengan kapasitas mesin Kawasaki Ninja saja, ukuran mesinnya kalah jauh.

Bentuknya seperti foto di bawah ini.

Heinkel Kabine : Pembuatnya Pabrik Pesawat Tempur
Foto Karya Arya Fatin Krisnansyah

Betulkah ini sebuah mobil?

Betul.

Heinkel Kabine, atau yang tertulis pada papan penjelasan sebagai Heinkel Kabink ini memang merupakan sebuah mobil dan masuk dalam kategori microcar atau mobil mikro.  Walaupun bannya hanya tiga, tetapi kendaraan ini memang tercatat sebagai sebuah mobil dan bukan motor.

Produksi pertamanya keluar di tahun 1956 dan dibuat oleh Heinkel Flugzeugwerke, sebuah perusahaan Jerman yang didirikan oleh Ernst Heinkel. Nama pabriknya mengambil nama pemiliknya saat itu.

Produsen Heinkel Kabine sendiri sebenarnya bukan pabrik mobil. Justru sebelumnya, perusahaan ini tidak pernah membuat mobil, hanya karena keterpaksaan saja maka mereka memproduksi mobil.

Nama Heinkel sendiri lebih terkenal sebagai produsen pesawat, terutama pesawat tempur dan pembom. Banyak pesawat yang dipergunakan oleh tentara Nazi Jerman saat Perang Dunia II keluar dari pabrik ini.

Hanya saja, kekalahan Jerman dalam perang tersebut membuat pabrikan harus melakukan semua daya upaya untuk bisa bertahan hidup mengingat mereka dibatasi geraknya dan tidak bisa lagi seenaknya membuat pesawat tempur. Untuk bertahan hidup, Heinkel Flugzeugwerke juga membuat skuter.

Heinkel Kabine sendiri diproduksi di Jerman antara tahun 1956-1958 saja. Sebelum kemudian pabriknya menghentikan produksi. Meskipun demikian, produksi kendaraan ini tetap berlanjut karena beberapa pabrik mobil di luar Jerman, seperti Trojan Cars Ltd di Inggris dan Los Cedros SA di Argentina ternyata terus melanjutkan produksi di bawah lisensi. Secara global, produksi kendaraan unik ini baru dihentikan di tahun 1966 dengan produksi terakhir di Inggris.

Kabine sendiri memiliki beberapa versi dan tidak semuanya beroda tiga. Model 154 dari Kabine memiliki 4 ban dan model lainnya hanya 3.

Kapasitas mesinnya sendiri bervariasi, meski tetap berukuran kecil. Berbagai model mobil ini dikeluarkan dengan mesin berkapasitas mulai dari 174 hingga 204 cc saja.

Yang terpajang di Museum Angkut memiliki kapasitas 198 cc.

Nah, pertanyaannya siapa yang membawa kendaraan lucu bin unik ini ke Indonesia? Untuk itu mungkin ada baiknya suatu waktu Anda berkunjung ke museum itu karena disana pasti ada penjelasan sejarah masuknya si roda tiga ini ke Indonesia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel