Mau Punya Rumah Di Bandung? Jangan Lupa Tempat Sampah Di Pekarangan Yah!

  Mau Punya Rumah Di Bandung, Jangan Lupa Taruh Tempat Sampah Di Pekarangan Yah!

Punya rumah di Bandung itu pastinya menyenangkan. Sudah hawanya sejuk dan banyak sekali tempat wisata dan kuliner disana. Apalagi kalau rumahnya luas dengan pekarangan yang asri. Tentunya, suasananya bisa membuat betah tinggal disana.

Cuma, ada satu hal kecil yang jangan sampai dilupakan yah kalau hendak punya tempat tinggal disana. Jangan lupa meletakkan (bisa beli atau buat) tempat sampah di pekarangan yah. Jangan lupa. Penting.

Bukan apa-apa, tetapi kalau hal kecil yang satu ini terlewatkan bisa menimbulkan suasana tidak enak.

Bagaimana bisa enak kalau terkena denda yang ditetapkan oleh Pemkot Bandung? Iya kan.

Nah, memang ada satu aturan yang disebutkan dalam Peraturan Daerah (Perda no 9) Tahun 2018 Kota Bandung yang menyebutkan bahwa setiap orang harus menempatkan tempat sampah di dalam pekarangan rumah / kantor. Jika tidak maka akan dikenakan denda sebesar Rp 250.000.-

Silakan lihat kutipannya di bawah ini (ayat "a")


----

BAB XV :

PERBUATAN DAN TINDAKAN YANG DIKENAKAN SANKSI ADMINISTRATIF BERUPA UANG PAKSA 

Pasal 51

(1) Setiap orang dan/atau Badan Usaha dikenakan sanksi uang paksa jika melakukan perbuatan berupa:

a) tidak menyediakan tempat sampah di dalam pekarangan bagian depan, sebesar Rp250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah);
b) tidak melengkapi tempat sampah pada kendaraan angkutan penumpang dan/atau barang, membuang sampah sembarangan, membuang sampah ke luar kendaraan, sebesar Rp500.000,- (lima ratus ribu rupiah);

c) membuang benda yang berbau busuk yang dapat mengganggu penghuni sekitarnya, sebesar Rp250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah);

d) membakar sampah di badan jalan, jalur hijau, taman selokan dan tempat umum, sebesar Rp250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah);

e) membuang benda-benda/bahan-bahan padat ke dalam maupun di sekitar sungai, sebesar Rp500.000,- (lima ratus ribu rupiah);

f) membuang sampah, kotoran atau barang bekas lainnya di saluran air/selokan, jalan, berm (Bahu Jalan), trotoar, tempat umum, tempat pelayanan umum dan tempat-tempat lainnya yang mengganggu Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan, sebesar Rp5.000.000,- (lima juta rupiah);

g) mengotori, merusak, membakar atau menghilangkan tempat sampah yang telah disediakan, sebesar Rp1.000.000,- (satu juta rupiah);

h) membakar sampah pada tempat-tempat yang dapat membahayakan, sebesar Rp5.000.000,- (lima juta rupiah);

i) membuang bangkai hewan di saluran atau sungai baik yang airnya mengalir ataupun tidak, sebesar Rp500.000,- (lima ratus ribu rupiah);

j) membakar sampah atau benda benda lainnya di bawah pohon yang menyebabkan matinya pohon tersebut, sebesar Rp5.000.000,- (lima juta rupiah);

k) mencampurkan kembali sampah yang telah terpilah, sebesar Rp250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah);

l) mencampur sampah dengan limbah berbahaya dan beracun, sebesar Rp50.000.000,- (lima puluh juta rupiah);

m) membuang sampah spesifik di luar tempat yang telah ditentukan, sebesar Rp50.000.000,- (lima puluh juta rupiah);

n) mengeruk atau mengais sampah di tempat sampah yang berada di rumah tinggal, fasilitas umum, fasilitas sosial dan/atau fasilitas lainnya, yang berakibat sampah menjadi berserakan, sebesar Rp250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah); dan

o) melakukan kegiatan pengelolaan sampah lainnya yang berpotensi menyebabkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan, sebesar Rp50.000.000,- (lima puluh juta rupiah). 


-----

Untuk lebih lengkapnya lagi silakan dibaca Perda no 9 tahun 2018 tersebut di bawah ini.



Jadi, jangan lupa ya kawan. Tempat sampah di pekarangan merupakan keharusan. Lagi pul, kalau pekarangan asri dan indah tetapi banyak sampah berserakan, mana lah enak untuk dilihat. Yang ada kotor dan bau.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel