Tips Memilih Baju Sisa Ekspor

Tips Memilih Baju Sisa Ekspor

Memakai baju atau pakaian bermerk bagi banyak orang itu "keren". Bisa menaikkan "status" di mata sebagian masyarakat. Tidak semua berpandangan begitu sih, tetapi memang masih banyak orang Indonesia yang memandang bahwa merk pakaian terkenal bisa membuatnya lebih percaya diri.

Sayangnya, pakaian dengan merk luar negeri terkenal, seperti GAP, Tommy Hillfiger, Polo, Hugo Boss, dan lain sebagainya itu tidak murah. Maklum saja karena memang diproduksi dengsn standar yang tinggi dan juga biaya lisensi yang lumayan mahal membuat merk-merk ternama seperti ini akan membuat pembelinya merogoh kantung agak dalam.

Tidak semua orang akan rela untuk mengeluarkan uang dalam jumlah besar hanya untuk sekedar pakaian saja.

Oleh karena itulah, banyak orang yang mengakali dengan cara membeli "sisa ekspor" yang banyak diperjualbelikan dimana-mana, bahkan hingga di factory outlet.

Lalu, tahukah Anda sebenarnya istilah apa sih "sisa ekspor" itu?

Apa Itu Sisa Ekspor?

Pada dasarnya istilah "SISA EKSPOR" itu mengacu pada berbagai barang/baju/pakaian yang diproduksi di Indonesia dan ditujukan untuk pasar luar negeri tetapi karena satu dan lain hal, barang atau benda itu tidak jadi dikirimkan/dijual ke pembeli sebenarnya.

Mayoritas masalah yang menjadi penyebabnya adalah karena barang atau benda itu dianggap tidak memenuhi standar yang ditetapkan pembeli. Banyak merk terkenal di luar negeri mempunyai kriteria tinggi barang yang mereka beli dari produsen dan kegagalan dalam memenuhi apa yang diminta inilah yang kerap menjadi penyebab sebuah produk tidak dikirimkan ke pembelinya.

Sebagai contoh, sebuah kemeja, misalkan bermerk Marks & Spencer, salah satu merk terkenal di Inggris. Baju yang dikirim dan dipajang di outlet-outlet mereka di seluruh dunia harus memenuhi berbagai persyaratan, mulai dari warna, jahitan, kandungan bahan kimia berbahaya, dan masih banyak lagi persyaratan yang harus dipenuhi. Mereka tidak segan mengirimkan isnpector untuk memeriksa hal seperti ini.

Kesalahan dalam produksi, misalkan dalam jumlah lubang kancing atau jahitan sedikit saja bisa membuat barangnya masuk dalam kategori "reject" atau ditolak. Pada akhirnya, barang yang di-reject ini tidak boleh dikapalkan.

Bagi produsen bajunya sendiri, tentu hal itu merugikan. Mereka sudah mengeluarkan biaya untuk membeli kain, kancing, benang, dan mengupah orang untuk menjahitnya. Jika barang ini tidak bisa dijual, berarti mereka akan mengalami kerugian.

Belum lagi, kalau barang reject ini disimpan terlalu lama juga akan mengganggu proses produksi.

Nah, barang reject seperti inilah yang kemudian dilepas ke pasaran lokal Indonesia dengan istilah "SISA EKSPOR".

Meskipun demikian, pakaian SISA EKSPOR tidak selamanya karena direject. Masalah ekspor barang itu tidak mudah dan kerap terjadi baju atau barang yang sudah dipesan dibatalkan bahkan ketika bajunya sendiri lulus dari standar yang diminta.

Barang jenis inipun harus dijual dan biasanya masuk dalam kategori sisa ekspor juga, meski kasusnya tidak banyak.

TIPS MEMILIH BAJU SISA EKSPOR

Mengingat latar belakang istilah SISA EKSPOR ini, jika Anda memang ingin membelinya, terutama baju, celana, pakaian, maka yang perlu disadari pertama adalah bahwa BAJU SISA EKSPOR itu bukan baju yang "SEMPURNA". Biasanya pasti ada cacatnya.

Hanya saja biasanya karena standar pembeli luar negeri lebih tinggi dibandingkan di Indonesia, biasanya cacatnya yang ada tidak terlalu besar dan masih bisa diterima oleh pembeli Indonesia.

Meskipun demikian, tetap saja dibutuhkan ketelitian dalam memilih karena bagaimanapun barang yang dijual adalah produk cacat. Dengan mencoba mengamati baju sisa ekspor yang hendak dibeli, hal ini bisa memastikan bahwa baju yang dibeli tidaklah terlalu bermasalah ketika hendak dipakai.

Caranya, perhatikan saja beberapa hal ini :

1. Bentangkan baju dan lihat kiri kanan, apakah seimbang atau tidak : sebuah pakaian harus simetris kiri dan kanannya. Salah satu kesalahan umum yang ada saat produksi adalah kiri dan kanan tidak sama/simetris

2. Saat dibentangkan perhatikan apakah warna di kedua sisi sama dan merata : masalah warna juga adalah masalah yang paling sering menjadi penyebab barang direject

3. Jahitan : perhatikan, terutama yang berada antara badan baju bagian belakang dan bagian depan apakah ada yang longgar atau tidak

4. Perhatikan apakah ada benang timbul atau putus di bagian depan baju, kalau ada, lebih baik pilih yang lain karena cacat itu akan terlihat orang lain saat baju dikenakan. Kalau cacatnya di bagian belakang, tidak masalah karena orang tidak akan memperhatikan hal itu

5. Kalau diperkenankan mencoba, silakan coba dulu dan minta teman/keluarga untuk melihat apakah ada kejanggalan dari baju/celana yang hendak dibeli

6. Kalau semua sudah OK, silakan beli. Tetapi, jangan langsung dikenakan. Sebaiknya dicuci dulu sebelum dipakai. Salah satu masalah barang direject seringkali adalah karena masalah performa kain yang tidak terlihat, seperti luntur atau tidak, mengkerut atau tidak. Yang pasti, juga biasanya karena masalah kandungan formalin yang tinggi. Dengan mencuci sebelum memakai, setidaknya hal itu akan mengurangi resiko terkena bahan kimia berbahaya

Itulah yang biasanya kami lakukan saat menerima sample dari produk yang akan dijual ke luar negeri. Kami akan mencoba mencari "hal-hal aneh" agar tidak mendapat klaim dari pembeli.

Kalau semua sudah OK, berarti selamat Anda beruntung mendapatkan pakaian bermerk terkenal dengan harga kaki lima. Silakan deh pamer ke teman-teman.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel