Ojek/Ojeg Sepeda Di Jakarta Ternyata Masih Ada Loh!

Berbicara tentang alat transportasi di Jakarta, kebanyakan orang akan langsung melayangkan pikirannya ke MRT yang baru saja beroperasi. Bisa juga TransJakarta, si Busway yang tidak pernah sepi peminat. Modern.

Tetapi, jika Anda berjalan-jalan sedikit ke arah Utara, tepatnya ke kawasan yang dekat dengan Stasiun Jakarta Kota, besar kemungkinan Anda akan melihat satu jenis transportasi lagi, yang lebih tradisional. Banyak yang menyangka keberadaannya sudah punah ditelan zaman. Namanya Ojek/Ojeg Sepeda.

Bentuknya seperti foto di bawah ini.

Ojek/Ojeg Sepeda Di Jakarta Ternyata Masih Ada Loh!

Banyak yang menyangka bahwa mereka hanyalah orang-orang ramah lingkungan yang tidak mau menggunakan kendaraan bermotor, tetapi sebenarnya bukan. Pria-pria seperti yang terlihat di foto sedang mencari nafkah dengan menawarkan jasa transportasi, tidak beda dengan ojeg sepeda motor.

Bedanya, yang dipakai oleh mereka adalah sepeda model "tua" mendekati kuno. Kalau tidak sepeda kumbang, sepeda yang dipakai adalah sepeda jengki (tahukan bedanya?) dengan boncengan di bagian belakangnya. Rata-rata sepeda yang dipergunakan sudah cukup berumur dan hampir tidak berbeda jauh dengan pengendaranya.

Ojek/ojeg sepeda ini biasa mangkal di sekitar stasiun Kota atau di dekat wilayah Pasar Pagi.

Untuk menggunakan jasanya, tarifnya ditentukan berdasarkan tawar menawar tergantung jarak tempuh.

Ojek/Ojeg Sepeda Di Jakarta Ternyata Masih Ada Loh!

Ojeg sepeda sendiri sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu di wilayah ini. Meskipun mayoritas sudah tergusur oleh ojeg motor dan kendaraan jenis lain, seperti Trans Bajaj/Bajaj Qute, masih ada segelintir yang bertahan.

Kendaraan ini memiliki kelebihan sendiri. Di kala macet parah terjadi, dan memang kerap terjadi di kawasan itu, ojeg sepeda bisa menjadi salah satu alternatif untuk jarak dekat.

Bodinya yang ramping membuatnya mampu selap selip di antara ruang sempit dan bahkan naik ke trotoar (karena sepeda memang diperkenankan). Bisa membantu menghemat waktu. Ditambah dengan keberanian (atau kenekatan) para pengojek sepeda yang cukup terkenal dimana mereka pun kerap berani melawan arus lalu lintas, membuatnya bisa jadi pilihan di kala macet tidak tertahankan.

Meskipun demikian, perlu keberanian tersendiri untuk naik angkutan yang satu ini. Selain agak tinggi dan ketika berjalan terkesan kurang stabil (walau sebenarnya tidak juga), kenekatan tukang ojegnya juga kerap membuat jantung berdegub kencang.

Untuk wanita yang memakai rok mini, sebaiknya tidak naik angkutan ini, bukan hanya karena sulit naiknya, tetapi juga karena bisa membuat banyak mata melirik.

Tetapi, buat Anda yang ingin merasakan sedikit petualangan ala Jakarta masa lalu, ojeg sepeda bisa menjadi pilihan yang bagus. Anda bisa merasakan seperti naik roller coaster terutama ketika berada di area yang banyak orang dan barang. Lumayan memberikan sensasi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel