Baju Anti Kusut : Idaman Para Ibu Rumah Tangga

Baju Anti Kusut : Idaman Para Ibu Rumah Tangga

Menyetrika itu pekerjaan yang menyebalkan dan melelahkan. Apalagi kalau pakaian yang disetrika terbuat dari serat alami, seperti katun atau rayon, pastilah akan lebih melelahkan lagi karena karakternya yang memang susah dibuat menjadi licin. Tidak heran banyak ibu-ibu yang berharap ada baju anti kusut, dengan begitu mereka tidak perlu lagi menyetrikanya.

Khayalan? Impian saja?

Sebenanrya tidak juga.

Sejak beberapa puluh tahun yang lalu, berbagai upaya untuk mewujudkan baju anti kusut sudah diupayakan oleh para produsen pakaian. Merk-merk terkenal sudah menangkap "keinginan" kaum ibu agar bisa melepaskan diri dari capeknya kegiatan menyetrika itu.

Hasilnya pun sebenarnya sudah bisa dirasakan , meski terkadang tidak disadari, terutama oleh orang Indonesia, tetapi sudah menjadi salah satu tren tersendiri di banyak negara maju. Padahal, produksinya juga banyak di Indonesia.

Nah, bila Anda memang sayang pada istri, dan kebetulan tidak punya asisten rumah tangga, sebenarnya hal itu bisa dilakukan pada saat membeli baju. Produsen pakaian biasanya memberi dua label yang menandakan hal itu, yaitu

a) Easy Care (Gampang Diurus)

Bila ada label yang bertuliskan "easy care" atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan "gampang diurus", Anda sebenarnya sudah membantu istri dan menghindarkannya dari panas dan capeknya menyetrika.

Label ini memang tidak menandakan bahwa pakaian itu tidak perlu disetrika, tetapi label ini memberitahu bahwa baju ini terbuat dari bahan yang gampang disetrika. Tidak perlu setrika yang terlalu panas dan butuh waktu yang lama untuk membuatnya licin kembali.

Biasanya baju yang memasang label ini terbuat dari bahan Tetoron (Polyester) yang dicampur dengan katun, dimana kandungan tetoronnya lebih banyak. Sifat serat sintetis di dalamnya memang lebih mudah diurus dibandingkan katun.

Bisa juga, kain darimana baju itu dibuat diberi zat kimia khusus sehingga membuatnya mudah diurus setelah dicuci.

Yang manapun, baju dengan label ini akan tetap kusut setelah dicuci tetapi untuk membuatnya menjadi licin dan mulus tidak akan memakan banyak tenaga dan waktu lama.

b) Wrinkle Free (Anti Kusut - Anti Kerut)

Belakangan ini, dengan berkembangnya teknologi pertekstilan dunia, sudah ada proses produksi kain yang mampu membuat kain menjadi "tidak kusut" setelah dicuci. Tergantung pada jenisnya, terkadang sudah ada baju anti kusut yang memang benar-benar bisa langsung dipakai bahkan setelah dicuci dan dikeringkan.

Sayangnya, daya tahannya belum permanen. Biasanya baju anti kusut yang diberi label Wrinkle Free ini hanya tahan 5-10 kali cucian saja. Setelah itu akan terlihat kerutan yang semakin banyak, walau tetap akan lebih mudah disetrika dibandingkan kain biasa.

Kain yang terbuat dari 100% polyester pun sangat mendekati karakter dari baju anti kusut mengingat karakter polyester yang tidak berkerut. Meskipun baju dari bahan ini akan membuat gerah selama dipakai karena susah ditembus udara.

Jadi, yah, sebenarnya baju anti kusut itu sudah ada. Hanya belum terlalu populer, salah satunya karena harganya relatif lebih mahal dan sejauh ini hanya merk-merk terkenal papan atas saja yang menggunakannya, terutama di negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, Australia, Jepang. Itu juga disebabkan karena tenaga manusia berharga mahal disana dan menyewa pembantu atau asisten rumah tangga tidaklah murah.

Di Indonesia sendiri, baju anti kusut sendiri belum begitu populer karena lebih mudah menyuruh pembantu menyetrikanya. Juga, karakter masyarakat Indonesia masih menggemari kain TC (kain yang kandungan tetoron/polyester) nya lebih banyak. Toh, juga dengan begitu bajunya mudah disetrika.

Nah, apakah Anda sudah pernah membeli baju anti kusut yang benar-benar tidak perlu disetrika? Saya belum pernah, karena sepertinya belum banyak yang menjual di Indonesia. Tetapi, saya sering menjualnya untuk pelanggan luar negeri (pekerjaan saya adalah marketing textile / garmen dan kain untuk pasar ekspor). Produksinya banyak di Indonesia loh!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel