Jangan Minder Belajar Fotografi Menggunakan Kamera Smartphone Saja!

Jangan Minder Belajar Fotografi Menggunakan Kamera Smartphone Saja!

Banyak orang mengira bahwa fotografi hanya bisa dilakukan dengan menggunakan kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex) atau Mirrorless saja. Oleh karena itu kerap mereka merasa minder kalau tidak punya kamera jenis itu. Apalagi, banyak sekali tulisan di dunia internet yang memberi saran untuk membeli kamera "betulan" dan bukan sekedar kamera smartphone. Jadi, rasa segan, minder bercampur aduk mengalahkan niat dan semangat belajar.

Padahal, apa yang dikatakan dan disarankan banyak orang tidak benar adanya. Fotografi adalah milik semua dan semua orang boleh terjun ke dalamnya, termasuk belajar fotografi menggunakan kamera smartphone atau hape.

Hal itu sudah terlihat dari berbagai definisi mengenai apa itu fotografi. Beberapa di antaranya adalah

  • Merriem Webster Online  : the art or process of producing images by the action of radiant energy and especially light on a sensitive surface (such as film or an optical sensor) ==> seni untuk memproduksi image dengan menggunakan energi radian seperti cagaya pada permukaan yang sensitif
  • Penggelut fotografi :  seni melukis dengan menggunakan cahaya 
  • Sebuah kegiatan merekam momen dengan menggunakan kamera
Pada intinya, fotografi memang seperti itu. Nah, sekarang lihat pada beberapa definisi di atas dan kemudian pertanyakan "Apakah disebutkan bahwa kamera yang dipakai harus DSLR atau Mirrorless atau yang berharga mahal saja?"

Jawabnya, tidak ada. Disana tidak ada batasan pada jenis kamera yang harus dipergunakan.

Memang, di masa lalu, sebelum zaman digital berkembang, fotografi memang ditekuni oleh kalangan tertentu, terutama mereka yang "MAMPU". Harap maklum saja, karena sebelum hadirnya kamera digital, menekuni fotografi itu membutuhkan biaya besar.

Untuk menghasilkan sebuah foto di masa lalu, seseorang harus mengeluarkan uang untuk membeli negatif film, membeli kameranya, dan untuk melihatnya harus merogoh kantung lagi untuk mencetak. Tidak murah. Oleh karena itu, mayoritas penggemar fotografi di masa lalu berasal dari kalangan yang mampu.

Tetapi, setelah teknologi berkembang, fotografi sudah menjadi semakin murah dan terjangkau. Lebih dari 100 juta orang di Indonesia akan selalu membawa kamera kemanapun mereka pergi. Bentuknya tidak besar, kecil, yaitu dalam bentuk kamera smartphone.

Tentu memang memiliki banyak keterbatasan, tetapi kamera adalah tetap kamera, sebuah alat yang dipergunakan untuk memotret/merekam momen, yaitu dasar dari fotografi.

Jadi, bisa dikata kemajuan teknologi memberikan peluang dan membuka pintu untuk semua orang. Yang diperlukan hanyalah kemauan dan niat untuk belajar dan menekuninya saja.

Memang, belajar fotografi menggunakan smartphone memiliki banyak keterbatasan, sesuai dengan batasan yang ada pada kamera smartphone. Walaupun begitu, kamera smartphone sudah mencukupi untuk belajar membuat komposisi foto, belajar mencari angle (sudut pengambilan gambar), belajar berbagai teknik dasar fotografi, seperti Rule of Thirds dan sebagainya.

Banyak hal yang bisa dilakukan dan dipelajar bahkan dengan kamera terbatas seperti kamera HP. Barulah setelah dirasa kemampuan berkembang, seseorang bisa menuju tingkat yang lebih tinggi lagi dengan menggunakan kamera DSLR/Mirrorless.

Yang jadi hambatan utama adalah rasa minder yang menimbulkan anggapan bahwa fotografi hanyalah milik mereka yang bisa membeli kamera mahal saja. Sebuah pandangan yang tidak benar sama sekali.

Fotografi milik semua orang. Kembangkan kemampuan fotografi Anda meski hanya ada smartphone di tangan.

Cobalah carinama Luisa Dorr, fotografer muda ini langganan memotret tokoh wanita terkenal dunia berbakal hanya sebuah smartphone saja. Ia biasa memotret hanya dengan iPhone 5,6 saja. Bukan yang terbaru. Hasilnya banyak dipajang di berbagai majalah terkenal, seperti TIMES.

Jadi, jangan minder kawan. Belajar fotografi lah dengan smartphone di tangan Anda.



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel