Mematikan Lampu Saat Tidak Dipergunakan Langkah Awal Menjadi Manusia Ramah Lingkungan

Mematikan Lampu Saat Tidak Dipergunakan Langkah Awal Menjadi Manusia Ramah Lingkungan

Menjadi manusia ramah lingkungan, sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan banyak orang.Tidak perlu harus pergi kemana-mana atau ikut demonstrasi untuk memprotes kebijakan pemerintah. Banyak tindakan yang lebih sederhana yang bisa dilakukan sebagai wujud perhatian kita terhadap kelestarian lingkungan.

Salah satu contoh yang paling sederhana ada dalam kehidupan kita sehari-hari, yaitu mematikan lampu saat sedang tidak dipergunakan atau mematikan televisi ketika kita tidak menonton. Keduanya merupakan realisasi dari sikap ramah lingkungan.

Tidak susah kan?

Mungkin banyak yang tidak menyadari efek dari tindakan sederhana seperti itu karena terlihat begitu sederhana. Tetapi, bukankah hal itu yang mengilhami lahirnya Gerakan "Earth Hour" di seluruh dunia, yang dilakukan setiap tahun?

Memang, untuk listrik yang kita gunakan, kita harus membayarnya. Alasan yang kerap dipakai banyak orang untuk berargumen soal mematikan lampu atau tidak. "Toh, kita yang bayar", begitu katanya.

Cuma, pernahkah Anda membayangkan bahwa untuk memproduksi listrik itu bumi dan lingkungan melakukan pengorbanan yang besar?

Mungkin hal itu karena Anda tidak menyadari bahwa listrik yang kita pakai dihasilkan dari berbagai sumber, seperti PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) yang menggunakan batubara, atau PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel), dan berbagai jenis pembangkit lainnya. Nah, bukan hanya listrik saja yang dihasilkan oleh mereka, tetapi juga berbagai benda lain, seperti debu hasil pembakaran batubara di PLTU, atau asap yang dibuang PLTD saat beroperasi.

Semua tetap memberikan limbah berupa polutan yang mengotori udara.

Dan, hal itu tidak dihitung dalam biaya listrik yang Anda bayar. Bumi dan lingkungan yang "membayar" ongkosnya.

Oleh karena itulah, listrik harus dipergunakan secara bijaksana karena tetap akan selalu ada efek bagi lingkungan. Bila energi listrik terbuang akibat kelalaian kita, maka pengorbanan yang dilakukan bumi dan alam sia-sia. Hal itu juga bisa mendorong peningkatan pemakaian listrik yang pada akhirnya melahirkan pembangkit-pembangki baru, yang berarti menambah sumber polusi baru.

Memang, kalau hanya 1 rumah, tidak akan terasa, tetapi kalau dilakukan oleh jutaan orang, maka berapa banyak energi yang bisa dihemat. Artinya, berapa banyak polutan yang bisa dicegah untuk beredar ke udara.

Pada pelaksanaan Earth Hour pertama tahun 2006 di Sydney, yang hanya satu jam saja, seratusan Megawatt listrik bisa dihemat ketika 2,2 juta penduduk kota itu secara serentak mematikan lampunya. Dan, bila dikalkulasi lebih lanjut, paling tidak 40-50 ton karbondioksida tercegah untuk terlepas ke udara.

Bisa bayangkan kalau 6 milyar manusia yang ada di bumi melakukannya secara bersamaan?

Gerakan itu sendiri bertujuan untuk membangkitkan kesadaran seluruh umat manusia untuk bijak dalam memanfaatkan energi dan bentuk paling sederhana adalah dengan mematikan lampu ketika tidak dipergunakan.

Kecil tindakannya, besar manfaatnya.

Jadi, bila Anda ingin menjadi seseorang yang lebih ramah lingkungan, hal itu bisa dimulai dengan memperhatikan lampu mana di rumah Anda yang tidak terpakai. Matikan dan nyalakan lagi saat diperlukan saja. Ingat bahwa ada beberapa gram karbondioksida yang tercegah masuk ke atmosfir bumi.

Ulangi. Ulangi. Dan, terus ulangi lagi selama hidup.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel