TORII - Gerbang Penanda Batas Wilayah Suci (Jepang)

TORII - Gerbang Penanda Batas Wilayah Suci (Jepang)
Sumber foto Pixabay CC 0 / Public Domains

Bila Anda sedang kebetulan berjalan-jelan ke negeri Sakura , Jepang, dan kemudian mengandalkan peta untuk menuju berbagai tempat wisata, pasti Anda akan melihat keberadaan simbol yang mirip dengan gerbang atau gapura pada peda tersebut. Simbol itu melambangkan sesuatu yang dalam budaya Jepang sangat penting, yaitu Torii (baca to-ri-i).

Torii pada dasarnya memang merupakan gerbang atau gapura. Bisa terbuat dari kayu, besi, atau apa saja, Dan, biasanya merupakan pertanda bahwa disana terdapat kuil Shinto (agama yang dianut banyak penduduk Jepang). Jadi, bila ada Torii bisa dipastikan disana ada kuil Shinto dan bila di peta terdapat lambang Torii, maka berarti di lokasi itu ada kuil.

Mengingat ikatan yang erat antara agama Shinto dan kekaisaran Jepang, Torii juga dipasang di setiap makam  Kaisar Jepang.

Nama Torii sendiri tidak mencerminkan kaitannya dengan sebuah kepercayaan karena artinya "sarang burung".

Sumber Foto : Pixabay CC 0 / Public Domains


Meski demikian, Torii juga melambangkan hal penting dalam kepercayaan disana. Ia dianggap sebagai "gerbang" menuju wilayah "suci" kuil Shinto.

Setiap Kuil Shinto bisa memiliki lebih dari satu Torii. Salah satunya yang paling banyak adalah Kuil Fushimi Inari-Taisha yang memiliki ribuan Torii dalam satu tempat hasil sumbangan dari banyak orang.

Tidak diketahui kapan tepatnya Torri masuk ke Jepang, tetapi beberapa literatur kuno menyebutkan kehadiran Torri sudah ada sejak abad ke-10, yaitu di zaman Heian. Salah satu Torii kayu yang masih ada hingga sekarang, berada di Kuil Hachiman Kubo, Prefektur Yamanishi yang dibangun tahun 1535.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel