Benarkah Menjadi Full Time Blogger Bisa Santai Dan Tetap Menghasilkan Uang Banyak ?

Benarkah Menjadi Full Time Blogger Bisa Santai Dan Tetap Menghasilkan Uang Banyak ?

Percaya atau tidak, salah satu alasan orang ingin menjadi full time blogger adalah karena mereka membayangkan bahwa pekerjaan itu bisa dilakukan dengan santai (dan tentunya menghasilkan uang yang banyak).

Siapa sih yang tidak ingin ongkang-ongkang kaki, dan saat bersamaan rekening menjadi gendut setiap harinya? Mayoritas orang selalu mengimpikan yang seperti ini, termasuk saya.

Cuma, setelah hampir 5 tahun menjadi blogger, walau belum purna waktu (full time), saya menemukan kenyataan tidak seindah itu. Banyak sekali kenyataan yang dialami yang tidak seindah apa yang banyak ditulis oleh para blogger yang mengajarkan tentang blogging, dan tentunya para internet marketer.

Beda sekali.

Sebagai seorang yang masih menjadi karyawan dan mengantungkan penghidupan dari gaji setiap bulan, secara global, kehidupan saya masih aman-aman saja. Bahkan, tanpa ngeblog sekalipun, keluarga masih tercukupi dan Alhamdulillah, masih bisa berbagi. Tidak ada tekanan dalam hal ini.

Tetapi, sebagai blogger paruh waktu, yang tidak mengejar target uang untuk menghidupi keluarga, tetap saja sulit untuk bisa SANTAI. Boro-boro.

Banyak sekali hal yang harus dilakukan dan ternyata menghabiskan waktu, seperti mengupdate blog. Selain memikirkan ide sebagai bahan tulisan, ya menulis. Itu saja sudah dikorting karena saya tidak gemar berpromosi atau blogwalking.

Yang dilakukan hanyalah inti ngeblog saja, menulis dan memikirkan tulisan selanjutnya.

Itu saja sudah cukup menghabiskan waktu yang ada. Kerap jatah waktu untuk keluarga pun harus dihabiskan karena keinginan mengetikkan jari di keyboard komputer dan menghasilkan tulisan.

Masih part time. Penghasilan masih terjamin dari gaji. Tidak ada tekanan.

Semuanya, masih kategori biasa, tetapi sama sekali kata santai ada dalam kehidupan saya sebagai blogger. Jauh dari itu. Bahkan, bisa dikata saya seperti memiliki dua pekerjaan sekaligus.

Tidak terbayangkan di saat sudah menjadi full time blogger, dimana situasinya bertambah dengan :

1. Tekanan karena tidak ada penghasilan rutin dan hanya menggantungkan diri pada penghasilan blog yang bisa secara drastis naik turun tanpa bisa diprediksi. Tekanan bisa saja datang dari keluarga atau kondisi

2. Kebutuhan akan promosi, namanya bloggger full time, sebenarnya tidak beda dengan menjadi usahawan dan untuk memajukan usahanya, promosi adalah kata wajib. Bisa bayangkan kerja keras seorang usahawan untuk memajukan usahanya? Berat sekali dan tidak semudah yang dibayangkan

3. Kebutuhan menbangun network , blog sebagai unit bisnis membutuhkan jaringan untuk berkembang, dan hal itu bukanlah hal yang mudah

4. Kebutuhan artikel akan meningkat, jangan bayangkan full time blogger bisa bergantung pada jumlah artikel yang sama dengan saat dia menjadi part timer. Berbeda. Kebutuhan tulisan akan terus meningkat karena mau tidak mau harus bersaing dengan blogger lain dan media online. Bisa tanpa kerja keras dan santai saja?

Dari hal-hal seperti itu saja sebenarnya bisa terlihat bahwa kalau ada yang mengatakan "Menjadi blogger full time itu enak karena bisa santai sambil tetap menghasilkan uang TIDAK BENAR". Menjadi blogger full time sama dengan menjadi pebisnis/usahawan/wiraswastawan yang akan selalu membutuhkan kerja keras dan kerja cerdas dalam jumlah yang sangat banyak. Dan, tentunya dalam jangka waktu yang panjang.

Tidak akan bisa santai.

Barulah ketika blog-blognya sudah berhasil, yang mungkin bisa terjadi setelah makan waktu bertahun-tahun atau berpuluh-puluh tahun, suatu waktu memang ada periode "menikmati" kesuksesannya. Sesuatu yang tidak beda dengan bisnisman yang sudah sukses, dimana mereka bisa menimkati hasil kerja kerasnya.

Tetapi, untuk yang belum sukses, maka yang ada di hadapannya adalah kerja keras yang akan banyak makan waktu.

Coba saja sendiri kalau tidak percaya.

Saya sudah merasakannya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel