Mana Yang Lebih Baik Kerja Cerdas Atau Kerja Keras ? Banyak Yang Tertipu Rupanya

Mana Yang Lebih Baik Kerja Keras Atau Kerja Cerdas ? Banyak Yang Tertipu

Mana yang lebih baik "kerja keras" atau kerja cerdas ? Pertanyaan klasik, yang kerap diajukan pada berbagai seminar dan diajukan oleh para motivator atau internet marketing. Nah, lalu apa jawaban Anda? Boleh saya tahu ?

Kalau jawaban Anda lebih baik "Kerja Cerdas", tidak apa-apa sih sebenarnya. Cuma saja, sepertinya Anda kurang teliti dan termakan slogan-slogan dan jargon-jargon ala pemasar internet atau para motivator. Maaf, jangan tersinggung untuk itu.

Saya cukup mengerti bahwa banyak sekali yang mengatakan bahwa "kerja cerdas" itu lebih baik dan berharga dibandingkan "kerja keras". Intinya, mereka kerap mengatakan bahwa kerja menggunakan otak (kerja cerdas), jelas lebih menguntungkan dibandingkan sekedar memanfaatkan otot (kerja keras). Banyak sekali argumen dan tulisan yang dibuat berdasarkan logika seperti itu.

  • Kerja keras = Menggunakan otot
  • Kerja cerdas = menggunakan otak
Padahal, sebenarnya tidak demikian halnya.

"Kerja keras" adalah kata majemuk dimana gabungan kedua kata itu menimbulkan makna baru yang sering lepas dari arti kata pembentuknya. Dalam hal ini kerja keras bermakna

"melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh, sepenuh hati, penuh semangat dan menggunakan segala daya upaya untuk memastikan apa yang dikerjakannya sukses dan berhasil"
Maknanya sangat luas dan tidak menyebutkan bahwa kerja keras pasti harus menggunakan otot saja. Sebagai contoh sederhana :

  1. Direktur itu kerja keras siang malam untuk mengembangkan perusahaan yang dipimpinnya.
  2. Nadiem Makarim sekarang bisa menikmati hasil kerja kerasnya setelah Go-jek menjadi unicorn.
  3. Blogger itu kerja keras untuk memastikan blognya terisi dengan menulis siang malam
Apakah seorang direktur menggunakan ototnya saja saat bekerja? Hampir pasti tidak. Mungkin saja dia hanya duduk di ruang kerjanya yang luas dan ber-AC dan memberikan perintah, membuat rencana, merumuskan strategi.

Apakah Nadiem Makarim memakai tenaga ototnya karena ia bekerja keras? Ya tidak. Bidang usahanya di dunia internet hampir pasti tidak membutuhkan "tenaga kasar" yang memanfaatkan otot saja.

Seorang blogger bukanlah seorang buruh penggali yang harus mengayunkan cangkul untuk membuat lubang di tanah. Kegiatannya banyak dilakukan di depan komputer , mengetikkan jari di atas keyboard. Tidak banyak tenaga yang keluar. Meski begitu bukan berarti ia tidak bekerja keras.

Iya kan?

Kerja keras bisa dimaknai pekerjaan kasar yang hanya mengandalkan tenaga kasar manusia saja. Kerja keras merupakan istilah umum bermakna luas. Tidak sempit seperti yang banyak dikatakan hanya tentang otot manusia.

Slogan atau jargon "Lebih baik kerja cerdas daripada kerja keras" adalah karangan para motivator dna internet marketing saja. Tujuannya untuk memperlihatkan dan pada akhirnya membujuk orang untuk mengikuti cara yang diajarkannya.

Mereka memanfaatkan slogan ini untuk memberi kesan bahwa cara yang diajarkan olehnya lebih baik daripada cara yang lain. Dengan begitu, para pendengar atau pembacanya mau menjadi pengikut anjuran mereka karena siapa sih yang tidak mau disebut orang cerdas.

Istilah kerja keras mencakup bukan sekedar soal otot dan otak saja. Disana ada makna dimana orang harus mau bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu jika ingin apa yang diinginkannya tercapai. Bukan sekedar masalah otot dan otak.

Jadi, setelah Anda membaca penjelasan ini, masihkah Anda berpendapat bahwa "lebih baik kerja cerdas dibandingkan kerja keras?" Yah terserah Anda sih, tetapi kalau saya bilang "Kerja Cerdas itu Bagian Dari Kerja Keras".

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel