Proses Singeing - Kain Juga Harus Dibakar Kalau Mau Bagus

Proses Singeing - Kain Juga Harus Dibakar Kalau Mau Bagus

Pasti menyebalkan kalau kita membeli kemeja baru, tetapi kemudian kita menemukan bahwa pada permukaan bahannya terdapat bulu-bulu halus yang bertebaran. Kelihatan tidak rapi kesannya belel. Boleh lah kalau untuk pakaian kasual, atau tidak resmi, tetapi kalau untuk kemeja kerja, kehadiran bulu-bulu ini sangat mengganggu.

Nah, kalau pada kemeja formal, resmi, ada yang seperti ini, biasanya hal itu disebabkan karena proses Singeing yang tidak sempurna. Singeing dalam bahasa Inggris artinya menghanguskan atau penghangusan.

Serem yah bahasanya. Kok seperti kainnya dibakar-bakar sampai gosong.

Yah, itulah kenyataannya.

Mungkin tidak terbayangkan oleh banyak orang bahw membuat kain tidak semudah yang diduga. Pelajaran masa sekolah dasar meringkasnya dalam bahasa sederhana, kapas dipintal jadi benang, benang ditenun menjadi kain, kain dijahit menjadi baju. Selesai.

Realitanya tidak demikian. Banyak proses lain di tiap bagian.

Salah satunya adalah proses singeing. Proses ini ada pada bagian setelah benang ditenun menjadi "kain", yaitu proses dyeing/pewarnaan dan sebelum menjadi kain jadi.

Proses tenun belum menghasilkan kain "jadi". Proses ini hanya menghasilkan kain "mentah" yang yang disebut grey/greige dan harus diproses lagi, sebelum bisa dikirim ke konveksi atau pabrik garmen.

Kain mentah ini berwarna kekuningan dan pada permukaanya banyak sekali "bulu-bulu" atau "serat-serat" halus yang bertebaran di sepanjang permukaan. Tidak bakalan bisa dipakai, karena juga kaku.

Nah, untuk menghilangkan bulu-bulu atau serat-serat yang menonjol inilah kain harus "dibakar" agar terlihat mulus dan rata.

Caranya dengan membakar (via mesin) dimana api disemburkan oleh tekanan gas pada permukaan kain yang bergerak cepat. Lidah api biasanya menyentuh hanya permukaan dan karena kain juga bergerak, maka kain tadi tidak terbakar dan hanya bulu-bulunya saja yang terbakar.

Jadi, begitu keluar dari mesin singeing, kain mentahnya sudah tidak memiliki bulu-bulu halus yang tadi. Permukaannya menjadi rapi.

Hampir semua jenis kain akan melewati proses ini.

Kalau ternyata pembakarannya tidak sempurna, ya berarti bulu-bulu halus itu akan tetap ada dan ketika menjadi pakaian, hal itu akan terlihat.

Jadi, kain untuk menjadi bagus akan selalu "dibakar" dan itulah yang disebut proses singeing atau penghangusan.

Serem, tetapi perlu dilakukan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel