Seniman Yang Baik Meniru, Seniman Besar Mencuri ~ Pablo Picasso #1

Seniman Yang Baik Meniru, Seniman Besar Mencuri ~ Pablo Picasso #1

Good artists copy, great artists steal ~ Pablo Picasso
(Terjemahan : Seniman yang baik meniru, seniman besar mencuri ~ Pablo Picasso)

Mungkin, bukan si pelukis ternama tersebut yang pertama kali mempopulerkannya, tetapi setidaknya saya mengenalnya saat membaca tentang dirinya. Beberapa orang lain yang pernah mengatakan hal yang sama adalah Steve Jobs, sang pendiri Apple yang baru saja merilis iPhone 11 dan membuat orang lain mau mengantri sampai 30 jam untuk menjadi orang pertama yang memilikinya.

Sebuah kutipan yang aneh dan sangat mungkin salah diinterpretasikan oleh banyak orang, terutama karena memakai kata "Steal" atau "mencuri". Jika tidak memahaminya, sangat mungkin kalau ada yang beranggapan bahwa orang-orang terkenal tersebut mengajarkan orang untuk melakukan hal yang buruk dan mencuri milik orang lain.

Sebenarnya sih tidak, bahkan jauh dari itu.

Isinya justru mengajarkan kepada orang agar justru berusaha yang terbaik dan menjadi berbeda dengan orang lain. Mengeluarkan kreativitas dan kemampuan sebaik mungkin.

Tetapi, sebelumnya harus dipahami dulu satu hal dan asumsi yang dipergunakan sebagai landasan pemikiran ini, yaitu :

Semua pengetahuan, informasi, benda, atau apapun yang ada di masa sekarang, sebenarnya bukanlah hal yang baru, tetapi sebenarnya sudah dibuat/diketahui/diutarakan oleh orang lain
Sebagai contoh sederhana bagi asumsi ini adalah tentang smartphone yang dibuat perusahaan Steve Jobs, iPhone bukanlah ditemukan oleh perusahaan itu sendiri. Smartphone pertama "ditemukan" di tahun 1992 oleh Frank Canova (IBM).

Hanya, saat ini, ketika orang berbicara tentang smartphone, salah satu merk yang langsung terbayang adalah iPhone. Nama IBM bahkan tidak pernah terlintas di kepala banyak orang.

Iya kan?

Kenapa ? Karena iPhone mengambangkan smartphone sampai tahap dimana ia menjadi begitu berbeda dari aslinya, jauh lebih baik, jauh lebih kaya fitur, sehingga orang tidak ingat lagi darimana asalnya.

Kutipan ini memang menekankan bahwa seorang seniman yang baik biasanya meniru dari apa yang sudah ada. Ia seperti menyalin dari pengetahuan atau apa yang pernah dipelajarinya.

Contohnya, ketika kita melihat lukisan dari Basuki Abdullah dan pulang ke rumah mencoba melukis dengan tema dan gaya yang sama, dan kemudian berhasil.

Tetangga atau yang melihat mungkin akan bertepuk tangan dan mengagumi hasil karya Anda. Tetapi, apakah lukisan itu bisa mengalahkan versi aslinya, karya sang maestro.

Kemungkinan besar tidak. Karya itu tetap akan dipandang lebih rendah dari karya aslinya.

Anda seniman yang baik, jelas. Anda bisa membuat imitasinya dengan baik, dan itu menunjukkan kemampuan yang mumpuni dalam melukis. Harus diakui, dan tetangga Anda tidak salah kalau ia kagum.

Tetapi, pengamat lukisan, tentu tidak akan bisa kagum melihatnya karena ia akan tahu bahwa karya itu hanyalah tiruan saja.

Nah, berbeda dengan sang Basoeki Abdullah sendiri.

Ia "mencuri" berbagai ide dan pengetahuan dari berbagai pelukis terkenal di Eropa saat ia tinggal di Belanda. Kemudian, ia menghadirkan dan berinovasi dengan gayanya sendiri dan memakai model yang berbeda. Ia mengembangkan sendiri tekniknya yang seperti membuat hasil lukisannya menjadi lebih cantik dari aslinya.

Ia melahirkan gaya sendiri yang membuatnya berbeda dan membuat orang tidak pernah terpikir bahwa gaya dan teknik yang dipakainya didapatnya dari belajar melukis pada bapaknya dan berbagai seniman lain.

Kira-kira seperti itulah ilustrasi singkat dari ungkapan "Seniman baik meniru, seniman besar mencuri".

Bukan berarti menjiplak atau mengakui karya orang lain sebagai karyanya. Bukan itu maksudnya.

Hal itu sebenarnya mencerminkan fakta dan realita di kehidupan kita. Semua pengetahuan yang kita ketahui pada dasarnya merupakan pengembangan dari hal-hal yang sudah ada saja. Cara menulis artikel yang baik, sudah diajarkan sejak masa SMA atau kuliah. Tetapi, kenapa saat seorang penulis menjadi terkenal, mengapa tidak ada yang ingat kepada guru Bahasa Indonesia dulu?

Itu semua karena sang penulis sudah berhasil mengembangkan diri, kreativitas, idenya, sehingga apa yang ditulis tidak mengingatkan mereka pada pelajaran bahasa Indonesia. Ia berhasil menampilkan tulisannya yang begitu memukau sehingga orang tidak ingat lagi darimana asal semuanya.

Itulah makna dari ungkapan di atas.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel