Pemandu Wisata Di Siem Reap Kamboja Berseragam Dan Harus Lulus Ujian

Pemandu Wisata Di Siem Reap Kamboja Berseragam Dan Harus Lulus Ujian

Penggunaan jasa pemandu wisata atau tour guide merupakan salah satu hal yang umum dilakukan oleh mayoritas wisatawan yang berkunjung ke sebuah negeri asing. Kehadirannya, selain memberikan rasa aman, juga membantu peserta sebuah tur karena ia akan memberikan penjelasan mengenai sejarh, budaya, dan berbagai cerita dari tempat-tempat yang dikunjungi.

Oleh karena itu, mayoritas pelancong yang berwisata ke luar negeri kerap menggunakan jasanya.

Begitu juga di Siem Reap, Kamboja. Sebuah kota yang terkenal karena keberadaan Angkor Wat si Kota Candi yang merupakan peninggalan budaya dunia . Tanpa kehadiran seorang pemandu wisata, banyak wisatawan tidak akan mengerti sejarah di balik ratusan candi dan bukan tidak mungkin akan tersesat di dalamnya mengingat begitu luasnya area yang masih diselubungi hutan juga.

Dan, bagi kami, beruntung ada Mr Sim, sang Pemandu Wisata . Pria berusia antara 40-50 tahun dan beranak tiga. Darinya, kami mendapatkan penjelasan banyak dan cerita menarik tentang kehidupan masyarakat di Kamboja.

Ada beberapa hal menarik dari sosok pemandu wisata di Siem Reap ini.

Salah satunya adalah mereka mengenakan seragam. Betul sekali. Berbeda dengan kebanyakan pemandu wisata di Indonesia yang hanya mengenakan pakaian biasa tanpa embel-embel, para tour guide disana memakai seragam berwarna coklat muda untuk baju dan coklat tua untuk celana. Semua sama.

Rupanya hal itu merupakan ketentuan yang berlaku bagi semua yang menjalani pekerjaan itu.

Dari penjelasannya juga didapat bahwa pekerjaan tersebut tidaklah main-main. Pemerintah Kamboha mengharuskan setiap orang yang berminat menjadi pemandu wisata untuk lulus dari ujian yang diberikan pemerintah.

Mereka harus menguasai setidaknya 3 bahasa . Satu diantaranya bahasa Kamboja dan dua bahasa asing,

Setelah lulus tes, mereka harus mengikuti pelatihan, tentang tata cara dan berbagai hal lain, seperti sejarah tentang tempat yang dikunjungi. Tentunya pengetahuan ini akan sangat diperlukan untuk memberi penjelasan kepada turis.

Lalu, mereka harus memilih bahasa mana yang akan menjadi spesialisasinya. Tidak bisa mereka memilih dua, tetapi hanya satu bahasa saja. Jadi, meski seorang pemandu wisata bisa berbahasa Inggris dan Mandarin, tidak berarti ia bisa dan akan ditugaskan menjadi pemandu bagi wisatawan dari negara berbahasa Inggris dan Tiongkok.

Ia harus memilih salah satu saja sebagai spesialisasinya. Yang memilih bahasa Inggris tidak akan menjadi pemandu bagi wisatawan berbahasa Cina meski ia bisa.

Jadi, ada spesialisasi dalam dunia tour guide disana. Mungkin agar memastikan bahwa semua orang mendapatkan penghasilan dari industri pariwisata yang semakin berkembang di negara itu.

Bagus juga sih idenya, pemerataan.

Pemandu Wisata Di Siem Reap Kamboja Berseragam Dan Harus Lulus Ujian

Jadi, jangan heran kalau Anda berkunjung ke Siem Reap, kemudian meminta pihak hotel mengatur sebuah tur untuk Anda, kemudian seorang pria berseragam mendatangi. Jangan khawatir juga kedatangan petugas dari imigrasi.

Karena memang begitulah adanya seorang pemandu wisata di sana.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel