Pengguna Rotator Dan Sirine Ilegal , Malu Dong Sama Pak Jokowi

Pengguna Rotator Dan Sirine Ilegal , Malu Dong Sama Pak Jokowi

Penggunaan rotator atau sirine ilegal masih banyak sekali ditemukan di jalanan. Anggota masyarakat yang semestinya tidak memiliki hak memakainya, tetap memasangnya di kendaraan mereka. Padahal, penggunaan kedua alat tambahan ini seharusnya hanya bisa dilakukan oleh beberapa instansi pemerintah saja, seperti polisi, ambulance, pemadam kebakaran, atau pengawalan pejabat.

Terlebih lagi, sudah ada aturan hukum yang jelas tentang tata cara pemakaiannya dan adanya sanksi bagi siapapun yang melanggar.

Sayangnya, masih banyak anggota masyarakat yang mengabaikan hal itu. Mereka merasa dirinya adalah orang paling berhak dan harus diprioritaskan menggunakan jalan raya. Mereka menyalakan rotator bak pejabat penting dan meminta pengguna jalan lain menyingkir memberi jalan kepada dirinya.

Menyebalkan memang!

Padahal, Presiden Republik Indonesia, Pak Jokowi sendiri tidak memberikan contoh seperti itu. Sebagai orang yang bisa dikata menduduki peringkat pertama dalam urutan orang penting di negeri ini, ia memiliki semua hak untuk meminta prioritas saat menggunakan jalan raya. Aturan hukum memperbolehkan mereka.

Kenyataannya, ia tidak melakukannya sembarangan. Hal itu terlihat dalam sebuah rekaman video kecil oleh akun Book1.xlsm yang di-retweet oleh musisi Addie MS, terlihat bagaimana mobil RI-1, simbol mobil kepresidenan ikut mengantri dalam kemacetan.

Tidak ada terlihat mereka memaksa untuk diberi jalan.

Sebuah sikap yang seharusnya membuat malu para pengguna rotator dan sirine ilegal. Orang yang sangat berhak justru memahami kondisi , sedangkan mereka yang tidak berhak malah berlagak dirinya paling berhak.

Sayangnya, terkadang memang rasa malu sudah hilang dari diri banyak orang ketika berada di jalanan. Entah, apakah sikap sang presiden akan ditiru karena sudah beberapa kali diberikan, hasilnya tetap saja para pemakai rotator dan sirine ilegal tetap bertingkah arogan di jalanan.

Malu!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel