Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ini Loh! 12 Hal Yang Biasa Disampaikan Awak Kereta Lewat Pengeras Suara Dalam Commuter Line

Ini Loh! Yang Biasa Disampaikan Awak Kereta Lewat Pengeras Suara Dalam Commuter Line

Sudah tahu kan kalau di dalam Commuter Line atau KRL Jabodetabek ada pengeras suara di dalamnya ? Belum? Kalau begitu sekarang sudah kan? Yah memang begitulah adanya kalau di setiap kereta Commuter Line ada speaker atau pengeras suara tersembunyi yang terhubung dengan kabin awak kereta.

Fungsinya beragam, mulai dari menyampaikan informasi sampai iklan. Betul, iklan komersial seperti yang sering terdengar di radio.


Jadi, sudah biasa sekarang selama perjalanan para penumpang akan banyak mendengar banyak hal melalui pengeras suara tersebut. 

Tapi, apa saja yang disampaikan para awak kabin kepada penumpang selama perjalanan? Banyak ternyata. Memang sejak beberapa tahun yang lalu, sejak KRL Jabodetabek diambil alih pengelolaannya oleh PT KCI (Kereta Commuter Indonesia), banyak perubahan terjadi. Mereka tidak pelit lagi memberikan informasi.

Jadi, sebenarnya banyak yang harus disampaikan para awak kereta kepada penumpang.

Contohnya di bawah ini.

1. Saat pintu menutup atau terbuka

Yap, informasi ini yang paling tidak pernah dilewatkan kalau naik si CL. Maklum, pemberitahuan informasi ini bisa mencegah penumpang terjepit pintu yang sedang menutup atau terjengkang karena penumpang bersandar ke pintu yang akan terbuka.

Jadi, awak CL akan selalu memperingatkan penumpang saat pintu membuka atau menutup untuk mencegah kecelakaan

2. Dahulukan penumpang yang turun

Salah satu etika naik kendaraan umum, termasuk CL adalah dahulukan penumpang yang turun terlebih dahulu. Sayangnya, banyak penumpang yang tidak sadar etika ini, jadi ketika pintu terbuka mereka berebut naik tanpa peduli penumpang yang hendak turun.

Disanalah peran awak kereta untuk mengingatkan agar mendahulukan penumpang yang turun

3. Informasi stasiun

Salah satu hal yang membuat nyaman naik Commuter Line adalah tidak akan salah turun. Biasanya ketika kereta mau berangkat awak kereta akan menyampaikan stasiun berikutnya. Begitu kereta mendekati stasiun, informasi akan kembali disampaikan lewat pengeras suara

4.  Alasan kereta berhenti

Padatnya frekuensi lalu lintas kereta di Jabodetabek kerap membuat kereta terpaksa berhenti saat masuk stasiun tertentu, seperti Manggarai. Saat itulah awak kereta akan memberitahukan alasan mengapa kereta berhenti sebelum sampai di stasiun.

5.  Meminta maaf

Iya. Awak Commuter Line sering meminta maaf kepada penumpangnya. Jarang sekali dalam satu perjalanan mereka tidak menyampaikan permintaan maaf.

Bukan apa-apa, jalur kereta Jabodetabek sangat padat dan seringkali kereta harus berhenti saat hendak masuk stasiun yang sibuk. Dan, semua itu pasti menjengkelkan penumpangnya yang sedang dikejar waktu.

Nah, karena hal itu membuat penumpang tidak nyaman, para awak kereta rupanya sudah dilatih untuk menyampaikan permintaan maaf kepada penumpang karena ada ketidaknyamanan dalam perjalanan

6. Informasi gangguan

Kendala itu selalu ada, termasuk saat menggunakan Commuter Line. Untungnya, sekarang kejelasan tentang kendala atau gangguan apa yang dialami dan sedang terjadi akan langsung disampaikan awak kereta lewat pengeras suara.

Dengan begitu, penumpang bisa tahu situasinya serta bisa memilih apa tetap menggunakan si CL atau angkutan lainnya

7. Posisi Kereta berikutnya

Pada jam sibuk Commuter Line itu akan sangat padat. Semua orang sepertinya takut tidak kebagian kereta.

Untuk itulah sering awak kereta dari kabin akan memberitahukan posisi kereta dengan tujuan yang sama berikutnya. Dengan begitu, penumpang bisa memilih untuk menunggu atau memaksakan diri naik ke dalam kereta yang penuh sesak.

8. Aturan Ber-Commuter

Rupanya, para awak kereta juga paham kalau masyarakat Indonesia dimanapun masih banyak yang susah patuh pada aturan.

Jadi, mereka rajin sekali mengingatkan bahwa tidak boleh makan dan minum selama perjalanan, duduk di lantai, membuang sampah, dan lain sebagainya

9. Menghimbau agar penumpang selalu menjaga barang bawaannya

Keamanan di Commuter Line sudah membaik dibandingkan masa lalu, tetapi tetap saja banyak tangan jahat dan jahil berkeliaran.

Dan, lewat pengeras suara itulah, para awak kereta mengingatkan penumpang untuk menjaga barang bawaannya supaya tidak diambil pencopet.

10. Menghimbau agar memberikan tempat duduk prioritas

Mendahulukan lansia, ibu hamil, ibu membawa balita, dan penyandang cacat untuk mendapatkan tempat duduk itu adalah etika dimana-mana. Cuma sayangnya, masih sangat banyak penumpang Commuter Line yang mengabaikan hal yang satu ini.

Jadilah, para awak kereta mendapatkan tugas tambahan rutin untuk mengingatkan dan menghimbau penumpang agar memberikan tempat duduk pada mereka yang masuk 4 kategori itu.

11. Stasiun Transit

Untuk menuju stasiun tujuan, terkadang kita harus berganti kereta kalau menggunakan CL. Dan, dengan ramah biasanya, para awak kereta akan mengingatkan penumpang menjelang kereta masuk ke salah satu stasiun transit, seperti Manggarai, Citayam, Tanah Abang, Jatinegara.

Biasanya ditambah dengan rute kereta sambungan yang akan masuk stasiun itu

12. Kebijakan dari pengelola

Tahu ada PIN Khusus Ibu Hamil ? Itu loh, pin yang diberikan pada wanita yang sedang mengandung. Tujuannya agar mereka diberikan tempat duduk oleh penumpang lainnya. Mereka akan diberikan prioritas.

Kebijakan-kebijakan dari pengelola seperti ini rutin diumumkan lewat pengeras suara. Berulangkali selama perjalanan lewat pengeras suara. 

Jadi, pengeras suara dalam kereta itu bukan sesuatu yang mubazir karena dari sana, banyak informasi yang disampaikan oleh awak kereta kepada penumpang.