Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mau Jadi Fotografer Pro, Belajar Juga Ilmu Marketing !

Mau Jadi Fotografer Pro, Belajar Juga Ilmu Marketing

Jadi seorang fotografer pro (profesional) bisa dikata merupakan impian dari banyak orang yang terjun ke dalam dunia fotografi. Menjadi terkenal, kebanjiran order, dan tentunya bergelimang uang merupakan motivasinya.

Dan, hal itu sangat dimungkinkan mengingat perkembangan dunia digital dewasa ini yang membutuhkan banyak sekali produk fotografi. Iklan membutuhkan banyak foto atau video. Youtuber juga.

Masalah utamanya adalah semakin hari semakin banyak orang yang berpikiran seperti itu. Sejak kehadiran dan semakin terjangkaunya kamera digital, semakin banyak orang yang berniat menjadi fotografer pro.

Alhasil, tingkat persaingan dalam memperebutkan pasar fotogafi menjadi begitu ketat. Ditambah lagi, masyarakat awam pun semakin mahir dan terbiasa berinteraksi dengan kamera. Banyak dari orang awam yang juga bisa memotret dengan cukup baik.

Persaingan menjadi semakin ketat dan keras. Banyak fotografer bayaran yang merasakan situasinya semakin sulit unuk mendapatkan job.


Itulah mengapa kalau memang Anda berniat menjadi seorang fotografer pro, jangan pernah terfokus hanya pada jenis kamera yang dipergunakan dan skill memotret saja.

Bagaimanapun, kata pro berkaitan erat dan tidak bisa lepas dari kata bisnis. Tujuannya jelas untuk menghasilkan uang. Seorang fotografer pro memang bertujuan bisnis, untuk menghasilkan uang.

Dan, tujuan menghasilkan uang tidak akan bisa berjalan dengan baik kalau tidak melakukan marketing atau pemasaran.

Marketing akan membuat sebuah produk atau orang terlihat lebih baik dan menarik dibandingkan yang lain. Marketing juga akan membuat pangsa pasar meluas yang akan mengunungkan karena potensi pengguna jasa akan luas juga.

Oleh karena itu, seseorang yang berniat menjadi fotografer pro, juga harus mau belajar ilmu marketing. Bagaimana harus mempromosikan diri, bagaimana harus melakukan pencitraan (branding), bagaimana harus membuat paket penawaran, bagaimana membuat pasar mau menerima produk yang ditawarkan, merupakan sebagian yang harus dipelajari seorang fotografer pro.

Singkat kata, seorang fotografer pro haruslah juga seorang marketer yang baik. Dan, untuk itu seseorang, yang berniat jadi fotografer pro, harus juga mau meluangkan waktu untuk belajar bidang yang sebenarnya berada di luar keahliannya.

Tanpa itu, apa yang diidamkannya tidak akan pernah tercapai. Sudah terbukti banyak kegagalan dalam marketing membuat yang sudah besar menjadi hancur, seperti kasus Yahoo, Nokia, dan masih banyak lagi lainnya.

Jadi, suka atau tidak suka, seorang fotografer harus juga belajar marketing, kalau memang targetnya menjadi profesional di bidang ini.


Kecuali, jika memang tujuannya hanya untuk bersenang-senang atau hobi saja. Tidak perlu lah belajar memasarkan diri sendiri. Yang penting enjoy dan gembira.

Lagi juga, tidak akan rugi belajar marketing kok. Kalau gagal menjadi fotografer pro, ilmunya tetap akan bisa dimanfaatkan untuk bidang lainnya.
Anton Ardyanto
Anton Ardyanto Seorang blogger, bukan yang profesional, yang sangat suka menulis