Pancake Day Atau Hari Panekuk : Makan-Makan Sebelum Puasa 40 Hari - Umum Sekali

Jumat, 14 Februari 2020

Pancake Day Atau Hari Panekuk : Makan-Makan Sebelum Puasa 40 Hari

Pancake Day Atau Hari Panekuk : Makan-Makan Sebelum Puasa 40 Hari

Pancake Day atau Hari Panekuk memang memiliki kaitan dengan makanan. Namanya saja memang diambil dari salah satu makanan khas Western, meski sekarang juga banyak ditemukan di Indonesia.

Walaupun namanya berhubungan dengan makanan, sebenarnya hari yang satu ini sangat erat kaitannya dengan masalah religi.

Di luar Indonesia, Pancake Day juga dikenal dengan berbagai istilah, Mardi Gras, Shrove Day (Hari Pengakuan), dan sebagainya. Kebiasaan ini dilakukan di banyak negara dengan mayoritas penduduk menganut Kristen, seperti Inggris, Brasil, Haiti, Argentina, Panama, Negara Persemakmuran, dan banyak lagi lainnya.

Tidak ada tanggal tetap untuk perayaan ini, yang pasti akan diadakan pada hari Selasa terakhir menjelang Rabu Abu oleh karena itu namanya juga dikenal dengan Pancake Tuesday, atau Selasa Panekuk.

Kenapa? Karena setelah Rabu Abu, banyak umat kristiani yang akan memasuki masa Lenten, yaitu masa "puasa" 40 hari dimana mereka akan mengorbankan beberapa unsur kemewahan dalam hidup. Penganut yang taat bahkan berpuasa untuk mengenang pengorbanan dan penderitaan Yesus Kristus menempuh gurun selama 40 hari.

Masa "puasa" ini akan berakhir satu hari menjelang hari Paskah.

Sebelum masuk ke masa puasa ini, di hari terakhirnya, banyak orang akan "berpesta" atau makan besar (bahkan dijadikan karnaval) . Salah satu makanan yang banyak dikonsumsi adalah Pancake atau Panekuk.

Pancake Day juga dikenal sebagai Mardi Gras, yang dalam bahasa Perancis berarti "Selasa Berlemak". Di Rio De Janeiro, Karnaval Mardi Gras adalah sesuatu yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis dan warga setempat.

Penganut yang taat biasanya akan melakukan pengakuan dosa di hari terakhir ini serta berdoa untuk mendapatkan petunjuk dari Yang Maka Kuasa agar ditunjukkan jalan yang benar.

Dalam banyak literatur juga disebutkan bahwa asal muasal perayaan yang satu ini sudah dilakukan sejak agama lahir.  Saat itu manusia makan panekuk yang bentuknya seperti matahari agar memberi Dewa Kesuburan kekuatan untuk menghadapi kegelapan. Bentuknya yang mirip dengan matahari dipercaya akan memberi manusia kekuatan, kehangatan, dan cahaya untuk melawan kegelapan.

Mirip dengan kebiasaan yang dilakukan banyak orang Islam di Indonesia menjelang bulan Ramadhan, meski dengan cara yang berbeda.

Di Indonesia, hari Pancake itu tidak dirayakan , tetapi banyak penganut Kristen yang taat akan melakukan beberapa ritual yang sama, seperti pengakuan dosa pada Selasa menjelang Rabu Abu ini.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda


Silakan berkomentar yang sopan dan jangan meninggalkan link aktif karena akan langsung dikategorikan sebagai spam.

Karena keterbatasan waktu, kami tidak selalu bisa membalas komentar. Mohon maklum