Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tempat Turun Naik Penumpang Dikuasai Bajaj Dan Ojol, Bus Metro Trans Terpaksa Berhenti Di Tengah Jalan


Untuk menjadi masyarakat yang tertib dan teratur, akan dibutuhkan partisipasi dari semua pihak. Pemerintah menyediakan fasilitas, prasarana, dan petunjuk . Masyarakat berhak menggunakan sesuai dengan aturan yang ditetapkan.

Tanpa adanya kesadaran dan kemauan semua pihak, hasilnya adalah kesemrawutan dan ketidaktertiban.

Itulah yang terlihat di salah satu sudut Jakarta. Tepatnya di sebelah stasiun Gondangdia, di seberang gedung MNC.

Di salah satu sudutnya terdapat sebuah titik dimana bus feeder Trans Jakarta, Metro Trans untuk menaik turunkan penumpang. Tepat di titik tersebut, pemerintah daerah DKI Jakarta sudah memasang sebuah tanda bergambar bus, yang artinya tempat itu merupakan area dimana penumpang menunggu bus.

Sayangnya, setiap hari "halte" tempat turun naik penumpang tersebut selalu dikuasai oleh bajaj dan pengemudi ojeg online saat menanti penumpang mereka.

Tempat Turun Naik Penumpang Dikuasai Bajaj Dan Ojol, Bus Metro Trans Terpaksa Berhenti Di Tengah Jalan

Ironisnya lagi, sekitar 3 meter dari tanda "halte" tersebut sebenarnya ada tanda dilarang parkir. Yang berarti seharusnya tidak ada kendaraan lain yang boleh diam dan parkir pada titik tersebut.

Tentunya sudah dipikirkan oleh pembuat kebijakan karena area tempat turun naik penumpang tidak seharusnya dihalangi oleh kendaraan lain.

Tetapi, rendahnya kesadaran masyarakat dan minimnya niat berpartisipasi menjaga ketertiban, menyebabkan area yang tidak seharusnya dipergunakan untuk mangkal, justru dipakai oleh supir bajaj dan para ojol.

Sebagai hasilnya adalah kesemrawutan.

Tempat Turun Naik Penumpang Dikuasai Bajaj Dan Ojol, Bus Metro Trans Terpaksa Berhenti Di Tengah Jalan

Bus Metro Trans yang seharusnya bisa merapat ke sisi jalan, terpaksa harus berhenti di tengah. Para penumpang yang naik dan turun pun harus rela "melanggar" aturan karena tidak turun naik di tempat yang tidak seharusnya.

Yang sering menjadi masalah adalah badan bus yang besar menimbulkan masalah lain karena menghalangi jalan kendaraan lain yang mau lewat.

Akhirnya, situasi yang kacau balau, tidak tertib, dan semrawut sangat sering terjadi di kawasan itu.

Itulah sebuah contoh nyata bahwa ketertiban hanya bisa dicapai ketika semua pihak mau ikut berpartisipasi dan mengesampingkan ego mereka demi kebaikan bersama.

Tanpa adanya yang seperti ini, maka ketertiban dan keteraturan hanyalah mimpi di siang bolong saja.

Tidak akan tercapai.
Anton Ardyanto
Anton Ardyanto Seorang blogger, bukan yang profesional, yang sangat suka menulis

Posting Komentar untuk "Tempat Turun Naik Penumpang Dikuasai Bajaj Dan Ojol, Bus Metro Trans Terpaksa Berhenti Di Tengah Jalan"